Topeng Jubir BEM Bersatu Terbongkar! Postingannya Soal Petinggi Gerindra Kini Jadi Bumerang, Identitas Dikuliti

DEMOCRAZY.ID – Sosok juru bicara BEM Fakultas Bersatu yang menggelar konferensi pers pada Selasa (16/6/2026) tengah jadi sorotan.

Jubir BEM Bersatu bernama Rahmat Djimbula itu disorot lantaran menyinggung sosok mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto dalam konpres tersebut.

Mulanya, Rahmat mengurai alasan BEM Bersatu merasa gusar dengan aksi gerakan mahasiswa yang belakangan ramai disorot.

Diungkap Rahmat, pihak BEM Bersatu curiga bahwa gerakan mahasiswa terutama yang diketuai Tiyo ditunggangi kepentingan elit politik.

“Kami BEM Fakultas bersatu menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elit dalam perebutan kekuasaan,” ungkap Rahmat Djimbula dilansir TribunnewsBogor.com dalam youtube Kompas TV.

“Kami menilai, sejumlah aksi mahasiswa mulai kehilangan arah. Ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi dan ketidakjelasin substansi tuntutan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah gerakan masih berpihak kepada rakyat atau disusupi agenda tertentu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rahmat pun mengungkap kecurigaan BEM Bersatu soal adanya indikasi kedekatan antara Tiyo dengan petinggi elit partai.

“Kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu,” pungkas Rahmat.

Tak hanya menduga, Rahmat mewakili BEM Bersatu bahkan merincikan sosok terduga elit petinggi partai uang dekat dengan Tiyo.

Hal itu Rahmat kaitkan dengan mobil Fortuner yang ditumpangi Tiyo.

Seperti diketahui, Tiyo sempat memviralkan soal mobil Fortuner yang ditumpanginya dipasangi alat pelacak misterius.

“Mobil Fortuner yang digunakan (Tiyo) diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini, adik Letjen TNI Purn Setyo Sularso yang merupakan besan Jenderal TNI Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat dengan kehadiran politisi PDIP Andi Wiwayanto di tengah massa aksi,” ungkap Rahmat.

Tak cuma itu, Rahmat pun merincikan adanya dugaan kedekatan antara Tiyo dengan elit PDIP.

“Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam dialog nasional kebangsaan di Bandung bersama dengan sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan Dokter Tifa dalam forum yang sama. Letjen TNI Purn Setyo Sularso juga tercatat hadir menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati,” pungkas Rahmat.

Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari Tiyo soal tuduhan kedekatannya dengan petinggi PDIP yang dilayangkan BEM Bersatu.

Sosok jubir BEM Bersatu

Jadi sosok terdepan yang menyampaikan aspirasi BEM Bersatu, Rahmat Djimbula disorot.

Belakangan, sosok Rahmat pun dikuliti netizen di media sosial.

Untuk diketahui, Rahmat Djimbula merupakan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun Jakarta periode 2025-2026.

Rahmat diketahui baru dilantik menjadi Ketua BEM FH UIC pada Juli 2025.

Dilansir dari akun BEM FH UIC, Rahmat banyak melakukan kegiatan di organisasi.

Di antaranya adalah kegiatan rapat kerja, konsolidasi hingga aksi di kampus.

Namun dari 34 unggahan, ada satu postingan di akun BEM FH UIC yang jadi sorotan netizen.

Yakni postingan soal ucapan selamat kepada Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad yang menerima penghargaan Bintang Republik Indonesia Utama.

Di unggahan tersebut ditampilkan foto Sufmi Dasco yang disandingkan dengan Ketua BEM FH UIC, Ahmad Djimbula.

Postingan yang dibagikan pada 26 Agustus 2025 itu pun dikomentari netizen.

“Akun BEM apa dah ngucapin gini? Gaada urgensi nya a*** sama kegiatan kampus lo wkwkwkwkw,”

“Oh,”

“Ohh bibit penjilat nyaa kuat banget,”

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya