

DEMOCRAZY.ID – Kebakaran melanda fasilitas milik Saudi Aramco di Jizan, Arab Saudi, Minggu (9/8/2026) dini hari waktu setempat.
Otoritas setempat memastikan api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan tim pemadam bergerak cepat mengendalikan situasi.
“Kebakaran yang terjadi saat fajar telah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban,” demikian pernyataan resmi pemerintah.
Dari video yang beredar di sosial media, tampak asap tebal membumbung tinggi ke angkasa saat kilang minyak Aramco terbakar hebat.
Lực lượng Houthi tấn công nhà máy lọc dầu của công ty Aramco ở Jizan, Ã Rập Xê Út. https://t.co/dtgkNg0gCi
— linh le (totalblock) (@linhle37314440) August 9, 2026
Kelompok Houthi dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Melalui juru bicara militernya, Yahya Saree, mereka menyebut serangan dilakukan menggunakan drone yang menargetkan fasilitas Aramco di wilayah Jizan.
Houthi menyatakan aksi itu sebagai balasan atas dugaan serangan drone Arab Saudi di provinsi Saada dan Hajjah, Yaman.
“Operasi ini merupakan respons terhadap agresi yang terus berlangsung,” kata Saree di platform X.
Pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan langsung terhadap klaim terbaru tersebut.
Your Houthi just struck Yemeni civilian infrastructure… good image for them in Yemen👍🏼 https://t.co/JoyzpSVOgw
— Faisal ✨🪐 (@LuckySaturnboy) August 9, 2026
Namun, insiden ini kembali menyoroti eskalasi ketegangan antara Riyadh dan kelompok Houthi di kawasan perbatasan.
Jizan, yang berada di dekat perbatasan Yaman, kerap menjadi titik rawan dalam konflik regional.
Serangan terhadap infrastruktur energi seperti Aramco dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan keamanan kawasan.
Meski tidak menimbulkan korban, insiden ini memperpanjang daftar serangan terhadap fasilitas vital di Arab Saudi.
Situasi tersebut juga meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap keamanan jalur energi global di Timur Tengah.