✍️Meilanie Buitenzorgy
Netizen, klean pasti suka kezel kenapa program rezim Pra-Gib seajaib gitu kok bisa-bisanya jalan di Konoha.
Emang standarnya gimana sih bikin kebijakan itu?
Emang di negara-negara lain kek mana step-stepnya?
Kok media-media asing dan lembaga rating internasional konsisten kasih rating jelek buat rezim ini?
Sebelum kita bahas itu, gw punya satu hipotesis fundamental:
Mega-proyek flagship Rezim Pragib (Makan Bergizi Gratis & Koperasi Desa Merah Putih) secara substantif BUKAN dirancang untuk kesejahteraan rakyat.
Dua proyek ini adalah platform super-sistematis untuk dua misi:
Wajar banget kalau mahasiswa marah dan turun ke jalan. Soalnya di Kampus-kampus, mahasiswa sudah KAMI (dosen) ajarkan Standar Emas Kebijakan Berbasis Sains (Evidence-Based Policy) yang dipakai negara-negara waras dunia.
Ada 6 tahapan yang WAJIB dijalankan oleh pemerintah negara waras SEBELUM mengimplementasikan satu program kebijakan beranggaran RAKSASA (kayak MBG dan Kopdes MP).
So, 6 langkah prosedur standar kebijakan publik itu SEMUANYA diabaikan rezim Pragib. Kenapa? ya karena rezim ini bukan menjadikan APBN sebagai instrumen kesejahteraan rakyat, tapi instumen bancakan dan rekrutmen loyalis. Bypassing 6 langkah standar tersebut adalah BUKTI dari hipotesis gw di awal.
Mau contoh negara berkembang yang SUKSES menjalankan program makan gratis masif? Brazil. Berapa tahun yang mereka perlukan dari rancangan sampai implementasi masif? Puluhan tahun!
Jadi gemanah? Udah paham kan kenapa kemarin mahasiswa UGM ngusir Budiman cs dari kampus? Akal sehat mahasiswa gak bisa ditukar pake retorika kosong penjinakan politik.
Wake up, folks!
Our tax money is just their campaign budget!