PSI Pasang Target Besar 2029, Petinggi Sesumbar Akan Ada ‘Tokoh Besar’ Bergabung, Siapa?

DEMOCRAZY.ID – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengatakan partainya perlu mempersiapkan diri sejak jauh hari untuk menghadapi Pemilu 2029.

Ia menyebut pengalaman PSI yang dua kali gagal memperoleh kursi di parlemen nasional harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun strategi politik yang lebih matang.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Ali saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Palu di Palu Golden Hotel, Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong pengurus daerah tidak menunggu tahapan pemilu dimulai untuk melakukan konsolidasi.

Menurut Ahmad Ali, PSI harus mengubah pola kerja politiknya.

Penguatan organisasi, konsolidasi kader, serta perekrutan anggota baru, kata dia, perlu dilakukan secara berkelanjutan sebelum Pemilu 2029 memasuki tahapan resmi.

“Akan ada gelombang besar menuju kemenangan PSI 2029. Karena itu, kita harus menyiapkan partai ini dari sekarang, bukan ketika pemilu sudah di depan mata,” ujar Ahmad Ali dalam keterangannya, dikutip pada Senin (21/9/2026).

Selain memperkuat struktur internal, Ahmad Ali mengatakan PSI perlu membuka ruang bagi tokoh dan kader potensial dari berbagai latar belakang.

Ia memperkirakan akan ada kader potensial yang memilih bergabung dengan PSI menjelang Pemilu 2029.

Karena itu, kesiapan organisasi diperlukan agar kedatangan kader baru tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan partai.

“Akan ada banyak kader-kader potensial dan strategis yang berpindah dan bergabung dengan PSI. Kita harus siap menerima mereka dan menjadikan mereka bagian dari kekuatan baru PSI,” kata dia.

Menurut Ahmad Ali, penguatan partai tidak dapat hanya bertumpu pada figur tertentu.

PSI, kata dia, membutuhkan struktur organisasi yang bekerja hingga tingkat paling bawah.

Atas dasar itu, Ahmad Ali meminta jajaran DPD dan DPC PSI di Sulawesi Tengah segera memperkuat struktur organisasi sekaligus mengarahkannya menjadi struktur pemenangan.

Ia tidak ingin konsolidasi baru dilakukan ketika tahapan Pemilu 2029 sudah berjalan.

Struktur yang dibangun sejak sekarang, menurut dia, harus dapat langsung bekerja ketika momentum pemilu tiba.

“Struktur yang kita bangun hari ini harus menjadi mesin pemenangan. Jangan hanya ada di atas kertas, tetapi harus hidup dan bekerja di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Ali mengatakan Rakorda PSI Kota Palu dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan organisasi sekaligus memperluas jaringan partai.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada agenda konsolidasi internal, tetapi dilanjutkan dengan perekrutan kader, penguatan struktur di tingkat daerah, serta kegiatan yang membuat PSI lebih dekat dengan masyarakat.

Bagi PSI, persiapan menuju Pemilu 2029 kini mulai diarahkan pada pembangunan organisasi dalam jangka lebih panjang.

Pengalaman dua kali belum berhasil menembus parlemen nasional menjadi salah satu alasan partai tersebut mendorong konsolidasi dilakukan lebih awal.

Artikel terkait lainnya