Prabowo Mulai Dengar Suara Rakyat, Orang-Orang Jokowi ‘Dikandangin’ Semua!

DEMOCRAZY.ID — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, membongkar perubahan signifikan dalam gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo yang semula terkesan anti-kritik dan berada di bawah cengkeraman pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, kini mulai berbalik arah dan mendengarkan gelombang suara rakyat.

Mahfud menyebut bahwa meski kerap berpura-pura marah di hadapan publik, Prabowo sejatinya merespons serta mengeksekusi berbagai kritik menohok yang diarahkan ke Istana.

Rem Kunjungan Luar Negeri Jumbo dan Strategi Mengerangkeng Orang-orang Jokowi

Mahfud membeberkan salah satu bukti nyata pelunakan sikap Prabowo adalah pemangkasan agenda kunjungan kerja luar negeri yang selama ini menyedot anggaran jumbo.

“Prabowo keluar negeri terus, belum 2 tahun 47 kali. Sekarang kan Prabowo sudah jarang ke luar negeri. Itu artinya mendengar, Pak Prabowo itu mendengar kritik, cuman pura-pura marah aja sebenarnya,” ujar Mahfud di saluran YouTube Mahfud MD Official, dikutip Jumat (23/10/2026).

Tak berhenti di situ, Prabowo juga secara bertahap memotong cengkeraman dinasti Solo dengan menyingkirkan dan mengerangkeng figur-figur loyalis Jokowi yang selama ini memegang kendali keamanan serta birokrasi, seperti mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Listyo Sigit Prabowo.

“Belakangan ini sudah mengubah komposisi, dulu banyak kritik, seolah tersandera dengan kekuatan Pak Jokowi yang seperti mengendalikan Anda, dan telah dilakukan ke beberapa orang dengan strategi mengurung di suatu tempat. Ada yang di Wantimpres, terus ada di badan lain, itu sebenarnya untuk mengendalikan orang,” tegas Mahfud membongkar taktik Istana.

Skandal MBG Hingga Tuduhan ‘Londo Ireng’ Bagi Pengkritik Government

Meski mengapresiasi keterbukaan Prabowo, Mahfud memberikan peringatan keras terkait amburadulnya pengawasan program-program strategis, khususnya skandal korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, niat baik program tersebut hancur di tingkat pelaksana akibat ketiadaan kontrol dan transparansi anggaran yang ketat.

Mahfud juga mengecam tindakan buzzer dan pendukung pemerintah yang kerap mencap pengkritik kebijakan sebagai pengkhianat atau antek asing.

“Kita rajin mengkritik, malah dimarahi antek asing, londo ireng. Temannya sendiri diserahkan ke lembaga hukum,” sindir Mahfud pedas.

Mengutip pesan seorang guru besar, Mahfud melayangkan sentilan penutup yang menguji keberpihakan rejim kekuasaan saat ini terhadap rakyat jelata.

“Saya mendapat pesan seorang guru besar, uang dari negara, fasilitas dari negara, pegawainya dari negara, nah rakyatnya mana?” pungkas Mahfud menohok.

Artikel terkait lainnya