Politikus PDIP Sebut Jokowi Manusia Paling Beruntung: Punya Pendukung yang Bodoh, Ambil Map di Lantai Saja Dikasihani!

DEMOCRAZY.ID – Presiden ke-7 RI, Jokowi, kembali menjadi sasaran kritik pedas dari Politikus Ferdinand Hutahaean.

Kali ini, Ferdinand blak-blakan menyebut Jokowi sebagai manusia paling beruntung di Republik ini.

Ia menyentil garis tangan Jokowi yang dianggapnya sangat lurus hingga bisa menduduki kursi orang nomor satu di Indonesia.

Ferdinand mengakui bahwa dari sejarah hidupnya, Jokowi memiliki keberuntungan yang luar biasa.

Namun, ia menyayangkan salah satu bentuk keberuntungan Jokowi, yaitu memiliki pendukung yang menurutnya kurang menggunakan nalar.

“Harus kita akui Jokowi memang adalah salah satu dari ratusan juta manusia di Indonesia ini. Jokowi ini satu orang yang memiliki keberuntungan cukup luar biasa,” ujar Ferdinand, Minggu (9/11/2026).

Ia pun menceritakan bagaimana perjalanan hidup Jokowi yang dianggapnya berjalan sangat mulus.

“Kalau kita melihat sejarah kehidupan Jokowi dari cerita yang dia pernah ceritakan Jokowi itu sungguh sangat beruntung garis tangannya menurut saya sungguh sangat lurus. Dari sejarah kecilnya dan bisa menjadi seorang presiden. Itu keberuntungan yang luar biasa menurut saya,” jelasnya.

Sindir Pendukung Jokowi

Tidak berhenti di situ, Ferdinand secara khusus menyinggung sikap para pendukung Jokowi.

Ia menyebut para pendukung tersebut sebagai orang-orang yang tidak menggunakan logika.

Ferdinand menyinggung momen saat Jokowi mengambil map di lantai yang kemudian menuai simpati dari para pendukungnya.

“Jokowi juga orang yang paling beruntung di Republik ini punya pendukung yang maaf sekali saya harus mengatakan sekali lagi maaf bodoh-bodoh,” sindirnya.

Ia menilai bahwa kejadian tersebut adalah hal yang wajar dalam proses hukum.

“Kenapa demikian Jokowi mengambil map di lantai saja yang di mana Jokowi yang meletakkannya kalian itu para pendukung Jokowi itu sedih dengan kalimat-kalimat bapak kasihan kok begitu. Itulah hukum. Semua orang sama di hadapan hukum,” tegas Ferdinand.

Isu Ijazah UGM hingga Hujatan di Medsos

Ferdinand menduga ada alasan tersembunyi di balik sikap Jokowi yang enggan membiarkan orang lain, termasuk ajudannya, memegang ijazah UGM miliknya di persidangan.

“Jokowi yang meletakkannya, Jokowi yang mengambilnya karena Jokowi tidak bisa membawa ajudannya ke hadapan pengadilan seperti itu untuk memegang mapnya, memegang dokumennya selain itu wahai para Jokower,” imbuhnya.

Ia pun menantang para pendukung Jokowi untuk berpikir kritis terkait hal tersebut.

“Coba dulu kalian pakai nalar-mu jangan-jangan Jokowi sendiri yang tidak mau ijazah UGM-nya itu dipegang oleh siapa pun bahkan oleh ajudannya tidak boleh makanya dia pegang sendiri terus mengapa dia tidak mau ijazah UGM-nya itu dipegang orang lain kalau kau punya nalar, kau bisa menjawabnya,” tantangnya.

Lebih lanjut, Ferdinand menyinggung soal hujatan yang kerap ia terima melalui pesan pribadi (DM) di media sosial.

Ia mengaku tidak terlalu mempersoalkannya, justru merasa kasihan setelah melihat profil para pengirim pesan tersebut.

“Jadi jangan kalian bangun narasi bapak kasihan gundulmu lah kasihanilah dirimu apalagi ini akun-akun yang sering memaki-maki saya, menghujat saya melalui DM saya sebetulnya menikmati hujatan itu hanya,” ungkapnya.

Utang Rp8.000 Triliun Disoal

Ferdinand membandingkan kondisi ekonomi Indonesia selama 10 tahun pemerintahan Jokowi dengan kondisi para pendukungnya.

Ia menyebut bahwa utang negara yang membengkak hingga Rp8.000 triliun tidak sebanding dengan kesejahteraan yang diterima rakyat.

“Saya kasihan ketika saya klik profilnya, rata-rata saya lihat hidupnya pada susah, kamera handphonenya pun sudah buram harusnya kalian menangisi diri kalian kalian yang tidak bisa sejahtera di zaman Jokowi 10 tahun dengan penambahan hutang 8.000 triliun,” terangnya.

Ia pun menyindir bahwa seharusnya pembangunan infrastruktur bisa membuat rakyat lebih sejahtera.

“Harusnya kalian itu pakai iPhone bukan pakai handphone yang sudah buram kameranya. Itu tidak kalian pahami. Entah apa kalian memuja Jokowi seperti itu,” tambahnya.

Proyek Infrastruktur Dinilai Hanya Warisan Utang

Lebih jauh, Ferdinand meminta para pendukung Jokowi untuk terbangun dari mimpi buruk.

Ia mempersoalkan proyek-proyek infrastruktur yang diklaimnya hanya meninggalkan utang negara, seperti kereta cepat, IKN, hingga jalan tol yang dikuasai swasta.

“Cobalah bangun dari mimpi burukmu. Ini mimpi buruk. Hidupmu itu mimpi buruk. Padahal hutang dibuat Jokowi itu 8.000 triliun,” tegasnya.

Ia pun menjanjikan kesejahteraan jika dirinya yang menjadi presiden.

“Kalau saya jadi presiden dengan hutang 8.000 triliun, kujamin kau saat ini pegang handphone iPhone. Bukan handphone yang busuk-busuk. Kujamin sekolahmu gratis. Kujamin kesehatanmu gratis,” janjinya.

“Apa yang diberikan Jokowi sama kau? Enggak ada penderitaan yang ditinggalkan oleh Jokowi. Negara acakadut sekarang kawannya keuangannya begini karena hutang Jokowi,” sambung dia.

Ferdinand bilang, keberuntungan Jokowi telah berakhir dan kejatuhannya sudah di depan mata.

“Jadi yang memang kembali kepada keberuntungan Jokowi. Hanya keberuntungan itu telah berlalu dan telah berakhir. Kita tinggal tunggu saja. Kejatuhan itu sudah semakin dekat,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya