DEMOCRAZY.ID – Menteri Koperasi (Menkop) RI Ferry Juliantono enggan berkomentar panjang terkait meninggalnya sejumlah calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Saat ditemui usai menghadiri Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (27/6/2026), Ferry hanya memberikan jawaban singkat ketika ditanya mengenai evaluasi yang akan dilakukan Kementerian Koperasi menyusul insiden tersebut.
“Itu nanti aja deh,” ujar Ferry.
Ketika kembali ditanya apakah Kementerian Koperasi akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan, Ferry menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangan kementeriannya.
“Bukan di saya itu (kewenangan evaluasi),” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan Latsarmil setelah lima calon manajer KDKMP dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.
Lah, MENTERI-nya mau cuci tangan nih??? pic.twitter.com/pj8orxxISI
— Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) June 27, 2026
Berdasarkan penjelasan resmi Kementerian Pertahanan, para peserta meninggal karena kondisi medis yang berbeda-beda, yakni heat stroke, cardiac arrest (henti jantung), tuberkulosis (TB), pneumonia, serta satu peserta yang mengalami sesak napas dan demam sebelum akhirnya mengalami henti jantung
Kementerian Pertahanan menyatakan seluruh peserta sebelumnya telah menjalani tahapan seleksi kesehatan sesuai prosedur sebelum mengikuti pelatihan.
Kemhan juga menyampaikan bahwa insiden tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan Latsarmil.
Beberapa langkah yang disiapkan antara lain memperketat skrining kesehatan peserta, meningkatkan pemantauan kondisi medis selama pelatihan, serta menyesuaikan intensitas latihan berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing peserta.
Program Latsarmil sendiri merupakan bagian dari pembekalan bagi calon manajer KDKMP dan KNMP yang dipersiapkan untuk mendukung operasional koperasi di berbagai daerah.
Seiring munculnya insiden tersebut, pelaksanaan program mendapat perhatian dari berbagai pihak yang mendorong evaluasi agar aspek keselamatan peserta menjadi prioritas dalam pelaksanaan pelatihan.
Sumber: TimesIndonesia