Mahfud MD Beberkan Satu Pilihan Politik untuk ‘Eksekusi’ Putusan MK Soal Ijazah Gibran

DEMOCRAZY.ID – Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD punya pandangan soal sikap Presiden Prabowo Subianto.

Sikap Presiden Prabowo Subianto yang dimaksud terkait sikapnya menghadapi isu panas yang saat ini dihadapi oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Mahfud mengatakan saat ini Presiden Prabowo memilih untuk tetap diam di tengah isu ini.

“Situasi kegaduhan ini namanya Pak Prabowo, ya biar aja sambil apa namanya, menikmati dia. Karena apa? Dengan kegaduhan ini kritik-kritik kepada Pak Prabowo 2 minggu terakhir ini nggak ada,” ucap Mahfud dalam tayangan NTV Trend, Senin (12/10/2026) lalu.

Apalagi baru-baru ini, polemik ijazah Gibran yang baru-baru ini diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi.

Menurut Mahfud saat ini ada dua Lembaga yang bisa menindaklanjuti putusan MK perihal ijazah SMA Gibran.

Ia juga sudah menyinggung soal pemakzulan yang saat ini memang jadi pembahasan di masyarakat.

“Satu lembaga politik yaitu upaya pemakzulan seperti yang sekarang ini ramai, itu bisa pemakzulan. Karena apa, karena ternyata dulu menurut MK ini fakta hukum di MK nggak memenuhi syarat, kok bisa masuk kenapa?,” jelasnya.

“Nah, sekarang karena lembaga politik ini pada akhirnya upaya pemakzulan itu bukan satu keharusan, tapi satu pilihan politik oleh DPR,” sambungnya.

“Karena di dalam Undang-Undang Dasar itu dapat dihentikan dalam jabatannya jika terlibat pengkhianatan negara, korupsi, penyuapan, kejahatan berat, dan perbuatan tercela. Ini bisa, mungkin perbuatan tercela tapi ada lapis berikutnya yang keenam karena tidak memenuhi syarat lagi,” paparnya.

Atau Mahfud MD menyarankan Girban dengan segala kebesaran hati menyatakan mundur sebagai Wapres lalu persiapan diri lagi untuk berjalan di tahun 2029.

“Saya kira lebih terhormat,” terangnya.

Fokus Persiapan Pemilu 2029

Sebelumnya, menurut Mahfud langkah memilih mundur ini sebagai suatu langkah yang bijak diambil oleh Gibran ditengah tekanan dan polemik politik.

Ia memetakan bahwa opsi mundur secara mandiri jauh lebih elegan dibanding harus melewati benturan proses pemakzulan di parlemen.

Mahfud MD juga mengatakan mundur di saat ini bukanlah sebuah kekalahan, melainkan strategi bertahan jangka panjang.

Saran ini disampaikan langsung oleh Mahfud MD melalui kanal YouTube milik pribadinya.

Menurutnya, mundur saat ini bisa jadi kesempatan mematangkan konsolidasi politik demi menyongsong kontestasi Pemilu 2029 mendatang.

“Ini kan soal politik ya, sehingga silakan DPR apakah langsung mau melakukan itu dan usul-usul itu telah ada,” kata Mahfud.

“Atau Mas Gibran dengan segala kebesaran hati, menyatakan, udahlah saya mundur, lalu persiapan diri lagi untuk running di tahun 2029, saya kira lebih terhormat,” terangnya.

Artikel terkait lainnya