Kisah 3 Jenderal TNI Yang Mempersunting Anak Jenderal, Ryamizard Ryacudu Salah Satunya

DEMOCRAZY.ID – Kepergian tokoh militer tanah air, Ryamizard Ryacudu untuk selama-lamanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga tercinta.

Suami dari putri Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Nora Tristyana, ini mengembuskan napas terakhirnya pada usia 76 tahun.

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (31/5/2026), pukul 14.03 WIB.

Jenazah purnawirawan jenderal bintang 4 tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Ryamizard bukan satu-satunya jenderal yang menikahi putri jenderal TNI.

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa juga menikah putri jenderal TNI, yakni Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono, anak dari eks Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga menikah dengan putri jenderal TNI, yakni Paulina Panjaitan, anak dari Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

Lantas, seperti apakah sosok Ryamizard Ryacudu, Andika Perkasa, dan Maruli Simanjuntak yang menikah anak jenderal TNI? Berikut ini informasinya.

Sosok 3 Jenderal TNI yang Nikahi Anak Jenderal TNI

1. Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatra Selatan pada 21 April 1950.

Ia menikah dengan anak Try Sutrisno, Nora Tristyana.

Ryamizard dan Nora dikaruniai tiga anak laki-laki yang bernama Ryano Patria Amanzita, Dwinanda Patria Noryanzha, dan Trynand Patria Nugraha.

Ryamizard Ryacudu merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan berlanjut ke pendidikan Sekolah Khusus Calon Perwira dari tahun 1985 hingga 1986.

Lima tahun kemudian, dia meneruskan pendidikan militer di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada tahun 1991.

Perjalanan karier Ryamizard Ryacudu dilalui selama periode 1974 hingga 1995 sebagai Komandan Peleton, Komandan Kompi, Wadanyonif Linud 305/Kostrad, Danyonif Linud 305/Kostrad dan Dan Brigif Linud 17/Kostrad.

Pada tahun 1995 hingga 1997, Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai Asisten Operasi Kodam Wirabuana dan selanjutnya diangkat sebagai Komandan Korem 044/Gapo di Kodam Sriwijaya.

Karier sebagai perwira tinggi dimulai ketika dipercaya sebagai Kepala Staf Divisi 2/Kostrad tahun 1997 dilanjutkan sebagai Kepala Staf Kodam Sriwijaya.

Pada tahun 1998 hingga 2000 berbagai jabatan strategis militer disandangnya, yakni mulai dari Panglima Divisi 2/Kostrad, Kepala Staf Kostrad, Pangdam Brawijaya, Pangdam Jaya dan Pangkostrad.

Selanjutnya Ryamizard diangkat sebagai KSAD tahun 2002 hingga 2005.

Ia juga sempat dicalonkan menjadi Panglima TNI, namun hal itu tidak terjadi karena Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono lebih memilih Marsekal Djoko Suyanto untuk menjabat pucuk pimpinan TNI.

Meskipun tidak terpilih sebagai Panglima TNI, karier Ryamizard Ryacudu berakhir dengan menjadi Menteri Pertahanan di tahun 2014 hingga 2019.

2. Jenderal TNI Purn Andika Perkasa

Andika Perkasa adalah mantan Panglima TNI era Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada November 2021 hingga Desember 2022.

Pascapurnatugas dari TNI, Andika sempat mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jawa Tengah pada Pilkada 2024, tetapi kalah.

Andika Perkasa merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) 1987.

Ia berasal dari satuan Korps Baret Merah, Kopassus.

Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 1964.

Dalam kariernya, Andika Perkasa juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Andika Perkasa di Kopassus dimulai sebagai komandan peleton hingga naik menjadi Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus (1991), Den 81 Kopassus (1995), Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus (1997), Pama Kopassus (1998), dan Pamen Kopassus (1998).

Ia juga sempat menjabat Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Kembali bertugas dalam waktu singkat, ia kemudian dimutasi menjadi Kepala Seksi Korem 051/WKT Dam Jaya pada 2002, seperti dilansir dari Kompas.

Setelah itu, ia dimutasi dan menjabat sebagai Pabandya A-33 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Pada 2011, Andika Perkasa dipromosikan menjadi Komandan Rindam Jaya dan memperoleh pangkat kolonel.

Pada pertengahan 2012, Andika diangkat menjadi Komandan Korem 023/kawal Samudera di Sibolga.

Belum genap setahun menjabat, Andika Perkasa kemudian diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD dan meraih pangkat brigadir jenderal (brigjen).

Pada Oktober 2014, ia ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Danpaspampres).

Setelah itu, Andika Perkasa dipromosikan menjadi Pangdam XII/Tanjungpura pada 2016.

Pada awal 2018, Andika Perkasa diangkat menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dandiklat) TNI AD.

Di tahun yang sama, Andika Perkasa diangkat menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad).

Andika Perkasa kemudian diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Mulyono.

Dia juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi bintang empat atau jenderal.

3. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak adalah seorang perwira tinggi (Pati) di dalam TNI Angkatan Darat (AD).

Di TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak diamanahkan untuk mengemban jabatan sebagai KSAD.

Maruli sudah menduduki posisi sebagai KSAD sejak November 2024.

Sepanjang kariernya, jenderal bintang empat ini juga sudah pernah menjabat sebagai Pangkostrad.

Maruli Simanjuntak lahir di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 27 Februari 1970.

Ia memiliki istri yang bernama Paulina Panjaitan, anak dari Luhut Binsar Pandjaitan.

Maruli dan Paulina dikaruniai dua orang anak yang bernama Faye Simanjuntak dan Noah Simanjuntak.

Menantu Luhut ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992.

Sederet pendidikan yang pernah ditempuhnya antara lain adalah SMAK Dago Bandung (1985—1988), Akademi Militer (1989—1992), Sesarcabif, Dik PARA, Dik Komando, Dik Free Fall, Diklapa I, Diklapa II, dan Seskoad Dikreg XLV (2007).

Nama lengkapnya adalah Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc

Karier Maruli Simanjuntak sudah malang melintang di dalam kemiliteran tanah air.

Berbagai jabatan strategis di institusi TNI AD sudah pernah diembannya.

Ia tercatat pernah menjabat sebagai Dandenpur Cakra (2002), Pabandya Opssus (2005—2008), Danyon 21 Grup 2/Sandi Yudha (2008—2009), dan Danseko Pusdikpassus (2009—2010).

Selain itu, Maruli juga sempat menduduki posisi sebagai Wadan Grup 1/Para Komando (2010—2013), Dan Grup 2/Para Komando (2013—2014), dan Asops Danjen Kopassus (2014).

Kariernya makin moncer setelah ia didapuk menjadi Dan Grup A Paspampres pada tahun 2014.

Dua tahun kemudian, Marulis ditunjuk untuk mengisi kursi jabatan sebagai Danrem 074/Warastratama.

Setelah itu, putra daerah Sumatra Utara ini dipercaya untuk menjabat sebagau Wadan Paspampres pada tahun 2017.

Di tahun yang sama, Maruli Simanjuntak kemudian dimutasi menjadi Kasdam IV/Diponegoro.

Kemudian, ia diangkat sebagai Danpaspampres pada tahun 2018.

Pada tahun 2020, Maruli Simanjuntak lalu diamanahkan untuk menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana.

Dua tahun kemudian, ia ditunjuk menjadi Pangkostrad.

Barulah di tahun 2023 Jenderal Marulis Simanjuntak diangkat sebagai KSAD.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya