DEMOCRAZY.ID – Kapal pesiar mewah milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam dipasang logo Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Terpasangnya logo Kemhan di kapal dengan panjang 120 meter itu pun kini menjadi sorotan di media sosial. Kini Kemhan memberikan klarifikasi.
Kemhan membenarkan jika kapal tersebut milik Haji Isam.
Disebutkan bahwa, kapal digunakan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan, pemasangan logo Kemhan di kapal milik Jhonlin Marine Transport itu merupakan bukti aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.
“Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera,” ungkap Rico dalam keterangannya, pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Menurut Rico, kepemilikan kapal J7 Explorer itu tetap berada di tangan pihak swasta.
Meski demikian, pemanfaatan kapal diarahkan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Jadi, yang perlu dipahami adalah kepemilikan kapal tetap berada pada pihak swasta. Sedangkan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,” kata Rico.
Sementara Haji Isam dalam keterangan terpisah menyampaikan, terlibatnya kapal tersebut menjadi bagian dari pengerahan sumber daya besar-besaran merespons agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tak hanya kapal tersebut, ribuan unit alat berat dan tenaga profesional dari dalam serta luar negeri diterjunkan langsung ke lokasi proyek untuk mengejar target cetak sawah di Merauke.
“Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan,” kata Haji Isam.
Dia mengatakan, keterlibatannya dalam mega proyek ini bukan soal untung rugi bisnis tetapi bentuk tanggung jawab menjalankan amanah negara.
Dia juga berharap proyek tersebut tak hanya memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua.
Dengan peran barunya di Merauke, J7 Explorer kini melepaskan citranya sebagai yacht mewah.
Kapal raksasa ini menjelma menjadi infrastruktur penunjang utama yang bergerak menembus bentang alam timur Indonesia demi menyukseskan proyek pangan nasional.
Sebagai informasi, kapal J7 Explorer dibangun di Batam dan selesai pada 2022.
Kapal tersebut punya bobot 8.076 GT dan dilengkapi 25 kabin yang sanggup menampung sekitar 50 tamu, fasilitas helipad, serta akomodasi kru dalam jumlah besar.