

DEMOCRAZY.ID – Sebuah publikasi ilmiah yang mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis pertama menjadi sorotan publik.
Paper tersebut mengangkat topik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dikaitkan dengan pengajuan Nobel Perdamaian 2026.
Paper setebal 69 halaman itu berjudul Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth.
Selain Prabowo, terdapat sembilan penulis lain yang tercantum dalam publikasi tersebut.
Dokumen tersebut diunggah ke SSRN pada 31 Maret 2026. Keberadaannya kemudian ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun X @TxtdariiUGM.
“Nemu paper salah satu authornya @prabowo, papernya sebagai ajuan Program MBG untuk diajukan dalam Nobel Perdamaian 2026,” tulis akun tersebut, dikutip Rabu (5/8/2026).
Unggahan itu turut menyoroti sejumlah hal dalam paper tersebut. Salah satunya adalah dugaan penggunaan desain yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI).
“Kesel banget di dalam paper ada desain AI-nya. Mana jelek lagi,” tulis akun @TxtdariiUGM.
Tak hanya itu, akun tersebut juga mengklaim menemukan sisa prompt AI yang diduga belum dihapus dari naskah.
Bahkan, hasil pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi AI disebut menunjukkan tingkat deteksi hingga 93 persen.
“Anjirrr paper nobel perdamaiannya Prabowo ada sisa prompt yg kelupaan dihapus HAHAHA. Pake AI donggg buat papernya,” tulisnya.
👇👇
anjirrr paper nobel perdamaiannya Prabowo ada sisa prompt yg kelupaan dihapus HAHAHA 😂😂😂😂😂😂 pake AI donggg buat papernya https://t.co/doohiH9V4f pic.twitter.com/ZmxsKImJrM
Baca Juga— TxtdariUGM (@Txtdariiugm) August 4, 2026
Paper tersebut mencantumkan sepuluh penulis. Prabowo Subianto terafiliasi sebagai Presiden Republik Indonesia, sementara penulis lainnya berasal dari sejumlah perguruan tinggi dan institusi.
Berikut daftar penulis yang tercantum dalam dokumen di SSRN:
Paper tersebut dapat diakses melalui SSRN dengan judul Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth.
Dalam abstraknya dijelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi Badan Gizi Nasional merupakan upaya strategis untuk mengintegrasikan kesejahteraan sosial dengan model bisnis cerdas guna memperkuat industri ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung metode Action Design Research (ADR) melalui wawancara dengan para pemangku kepentingan, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), serta analisis dokumen kebijakan.
Penulis menyebut program tersebut tidak hanya meningkatkan akses terhadap makanan bergizi bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak dan rumah tangga berpendapatan rendah, tetapi juga memperkuat ekosistem pangan lokal melalui pelibatan UMKM, produsen lokal, dan rantai pasok berbasis teknologi.
Selain itu, sinergi antara kebijakan pemerintah dan inovasi sektor swasta disebut menghasilkan berbagai dampak positif, seperti penciptaan lapangan kerja, meningkatnya permintaan produk pertanian, serta pembangunan sumber daya manusia yang lebih sehat.
Paper tersebut menyimpulkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, pengembangan modal manusia, serta pencapaian tujuan kebijakan publik di Indonesia.
👇👇
Kabar buruknya, ternyata Prabowo bukan cuma 1 ngajuin paper untuk dapet nobel tapi ada 11 cuy 😭😭😭😭 https://t.co/doohiH9V4f pic.twitter.com/el912qXcv9
Baca Juga— TxtdariUGM (@Txtdariiugm) August 4, 2026