Geger! Pentagon Panas Dingin: Serangan Masif Iran Hancurkan Ratusan Titik Militer AS, Sinyal Kemenangan Telak Teheran Terpampang Nyata?

DEMOCRAZY.ID – Serangan udara Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar dibanding dengan pengakuan pemerintahan Donald Trump.

Hal ini terlihaat dari citra satelit yang dirilis media pemerintah Iran.

Klaim yang juga diperkuat oleh investigasi dari The Washington Post itu menemukan serangan Tehran telah menghancurkan sedikitnya 228 bangunan maupun peralatan di fasilitas militer AS di Timur Tengah sejak 28 Februari lalu.

Melansir laman NDTV, Minggu 10 Mei 2026, jika merujuk pada analisis citra satelit, target serangan Iran mencakup hanggar, barak militer, depot bahan bakar, pesawat hingga sistem radar, komunikasi dan pertahanan udara penting di sejumlah pangkalan AS di sana.

The Washington Post juga mengungkap skala kerusakan sebenarnya jaug lebih besar dari yang diakui pemerintahan AS.

Mengutip pejabat AS, laporan tersebut menyebut beberapa pangkalan militer di kawasan tersebut dianggap terlalu berbahaya untuk diisi personel dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, para komandan militer memindahkan sebagian besar pasukannya dari lokasi yang berada dalam jangkauan serangan Iran.

Sedikitnya tujuh personel militer AS dilaporkan tewas akibat serangan Iran di Timur Tengah sejak perang dimulai.

Enam di antaranya tewas di Kuwait dan satu lainnya di Arab Saudi. Selain itu, lebih dari 400 tentara lainnya mengalami luka-luka.

Upaya Pengendalian Narasi

Sejak pertengahan Maret, citra satelit wilayah Timur Tengah disebut semakin sulit diperoleh.

Dua perusahaan satelit besar, Vantor dan Planet Labs, dikabarkan mengikuti permintaan pemerintah AS untuk membatasi, menunda, atau menahan tanpa batas waktu publikasi gambar satelit kawasan tersebut selama perang berlangsung.

Pemerintah AS sendiri merupakan konsumen terbesar layanan citra satelit, sehingga menjadi pelanggan utama bagi kedua perusahaan tersebut.

Kebijakan yang dikeluarkan kurang dari dua pekan setelah perang dimulai itu membuat media kesulitan, bahkan nyaris mustahil, untuk menilai dampak serangan balasan Iran secara independen.

Meski begitu, media pemerintah Iran terus rutin mengunggah citra satelit resolusi tinggi wilayah Timur Tengah di media sosial sejak awal perang.

Namun, gambar-gambar tersebut sempat mendapat perhatian terbatas karena muncul kekhawatiran adanya manipulasi.

Hasil Investigasi

Dalam investigasinya, The Washington Post meninjau ratusan gambar tersebut.

Media itu memverifikasi keaslian 109 gambar dengan membandingkannya menggunakan citra resolusi rendah dari sistem satelit Uni Eropa serta gambar resolusi tinggi milik Planet Labs saat tersedia.

Hasil investigasi tidak menemukan bukti bahwa citra yang dirilis Iran telah dimanipulasi.

Secara keseluruhan, laporan tersebut menyebut ada 217 bangunan dan 11 unit peralatan yang rusak atau hancur di sedikitnya 15 lokasi militer AS di kawasan.

Para ahli yang meninjau analisis The Washington Post mengatakan kerusakan di berbagai lokasi itu menunjukkan bahwa militer AS kemungkinan meremehkan kemampuan Iran dalam menentukan target serangan, belum cukup beradaptasi dengan perang drone modern, dan membiarkan sejumlah pangkalan berada dalam perlindungan yang minim.

“Serangan Iran sangat presisi. Tidak ada kawah acak yang menunjukkan serangan meleset,” kata Mark Cancian, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies sekaligus pensiunan kolonel Marinir AS.

Lokasi yang Jadi Sasaran

Salah satu lokasi yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan rudal dan drone Iran adalah fasilitas komunikasi satelit di Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar.

Sistem pertahanan rudal Patriot di pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait juga disebut terkena serangan.

Analisis citra satelit juga menunjukkan adanya kerusakan pada antena satelit di markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Selain itu, terdapat serangan terhadap pembangkit listrik di Camp Buehring, Kuwait, serta lokasi penyimpanan bahan bakar di sejumlah pangkalan lainnya.

Sementara itu, citra yang dirilis Iran menunjukkan kerusakan yang lebih luas, termasuk pada radome atau kubah pelindung radar di pangkalan-pangkalan di Kuwait dan markas Armada Kelima AS.

Iran juga mengklaim bahwa sistem pertahanan rudal THAAD di Yordania dan Uni Emirat Arab ikut mengalami kerusakan.

Selain itu, Iran menyebut fasilitas satelit kedua di Qatar, pesawat E-3 Sentry, dan pesawat tanker pengisian bahan bakar di Arab Saudi juga terkena dampak serangan.

Sumber: VIVA

Artikel terkait lainnya