DEMOCRAZY.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi tokoh yang paling banyak muncul dalam ingatan publik jika berbicara mengenai calon presiden untuk Pemilu 2029.
Elektabilitas Dedi bahkan tercatat jauh mengungguli Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi terbuka.
Temuan tersebut berdasarkan survei Tempo Data Science yang dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 terhadap 1.260 responden di 38 provinsi.
General Manager Tempo Data Science Khairul Anam mengatakan posisi Dedi Mulyadi sebagai tokoh yang paling menonjol terlihat dari tingkat top of mind publik.
“Jika kita bicara top of mind, Dedi Mulyadi menjadi top of mind publik saat ini,” kata Khairul dalam konferensi pers Rilis Survei Nasional 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dalam pertanyaan terbuka mengenai tokoh yang paling diingat, Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dengan 30 persen.
Prabowo Subianto berada di posisi berikutnya dengan 20 persen, disusul Joko Widodo 7 persen dan Anies Baswedan 6 persen.
Khairul menjelaskan, tingginya posisi Dedi Mulyadi dalam top of mind menunjukkan adanya salience atau kehadiran yang kuat dalam ingatan publik.
“DM memiliki salience atau kehadiran yang tinggi dalam ingatan publik, yang nantinya dapat menjelaskan mengapa elektabilitasnya tinggi,” ujar Khairul.
Keunggulan Dedi Mulyadi semakin terlihat ketika responden diminta menyebutkan secara spontan tokoh yang akan dipilih sebagai presiden apabila pemilu digelar hari ini.
Dalam simulasi pertanyaan terbuka, Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 41 persen.
Angka tersebut terpaut cukup jauh dari Prabowo Subianto yang berada di posisi kedua dengan 15 persen.
Anies Baswedan berada di urutan ketiga dengan 10 persen.
Tokoh lain yang disebut responden yakni Gibran Rakabuming Raka 4 persen, Sherly Tjoanda 4 persen, Ganjar Pranowo 3 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3 persen, Joko Widodo 3 persen, Mahfud MD 2 persen, serta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 1 persen.
Tak hanya dalam pertanyaan terbuka, Dedi juga tetap memimpin ketika responden diberikan daftar nama kandidat.
Dalam simulasi dengan nama kandidat, Dedi Mulyadi memperoleh 42 persen, sedangkan Prabowo Subianto 15 persen dan Anies Baswedan 10 persen.
Survei tersebut menunjukkan keunggulan Dedi tidak hanya terkonsentrasi di Jawa Barat.
Ia tercatat juga unggul di Banten dengan 68 persen, Jawa Barat 65 persen, Jakarta 41 persen, Jawa Tengah dan DIY 46 persen, Jawa Timur 30 persen, Sumatera 39 persen, serta Kalimantan 54 persen.
Sementara itu, terdapat wilayah yang menunjukkan kecenderungan berbeda.
Sulawesi lebih condong kepada Prabowo dengan 33 persen, Bali kepada Gibran dengan 22 persen, sedangkan Maluku dan Papua kepada Sherly Tjoanda dengan 34 persen.
Dedi juga disebut unggul pada seluruh kelompok usia. Kekuatan terbesarnya berada pada kelompok usia 36-40 tahun dengan elektabilitas 53 persen.
Sebaliknya, Prabowo paling kuat pada kelompok usia di atas 60 tahun dengan 29 persen.