Dapur Istana Terbongkar! Bukan Prabowo, Ternyata Menteri Inilah Sekutu Ideal dan Paling Dekat Buat Jokowi

DEMOCRAZY.ID – Dinamika politik menuju pemilu mendatang mulai memunculkan berbagai pembacaan mengenai jaringan kekuatan dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Ia disebut-sebut masih memiliki kekuatan terselubung, salah satunya adalah jejaring dalam pemerintahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat Politik Hendri Satrio mengatakan mantan presiden itu memiliki kesamaan sikap dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Menurut Hendri, hubungan politik antara keduanya menarik untuk diperhatikan.

Bahkan, ia menilai politikus itu dapat menjadi salah satu kekuatan yang relatif dekat dengan Jokowi.

“Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini menurut saya justru sekutu paling ideal dan dekat buat Jokowi,” kata Hendri di YouTube Helmy Yahya Bicara, dikutip Minggu (4/10/2026).

Hendri menyoroti bagaimana peran politikus senior itu pada momen pesta demorkasi sebelumnya, yakni menjelang Pilpres 2024.

Ia menyoroti bagaimana konfigurasi politik saat itu mengalami perubahan signifikan hingga akhirnya terjadi duet Anies Baswedan-Cak Imin.

Anies-Muhaimin diketahui diusung oleh NasDem, PKB dan PKS.

Sebelumnya, Cak Imin belum berada dalam konfigurasi tersebut.

Sedangkan Demokrat akhirnya keluar dari kubu tersebut setelah perubahan pasangan terjadi.

Bagi Hendri, perubahan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana dinamika hubungan antarkekuatan politik dapat berubah dengan cepat.

Hal ini juga bisa kembali terjadi di Pilpres 2029.

Menurutnya, Jokowi bisa saja melakukan kejutan dengan bergerak mendekati atau bahkan bersama dengan Cak Imin.

Apalagi politikus senior itu dikenal luwes.

“Jangan-jangan memang proxy terkuatnya dia ini ya Cak Imin. Cak Imin memang canggih, cair banget. Dia yang paling paham bagaimana berselancar,” ujar Hendri.

Kemampuan Cak Imin beradaptasi dalam berbagai konfigurasi politik adalah faktor yang membuat sosok ketua partai tersebut menarik untuk dibaca dalam konteks politik nasional.

Perjalanan Cak Imin menunjukkan kemampuan menjaga komunikasi dengan berbagai kekuatan.

Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa hubungan politikus itu dengan seorang mantan presiden layak menjadi perhatian ketika membaca kemungkinan dinamika politik setelah berakhirnya pemerintahan dari Jokowi.

Artikel terkait lainnya