DEMOCRAZY.ID – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas tengah menyelidiki kasus penemuan dua mayat perempuan di sebuah rumah di Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Korban terdiri dari seorang nenek berinisial K (80) dan seorang gadis remaja berinisial AA (18).
Peristiwa ini pertama kali terungkap pada Jumat (12/6/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Saksi mata, Sudarmo (73), sat itu merasa curiga karena lampu rumah korban K masih menyala terang meski hari sudah siang.
“Sudah pagi sekitar setengah tujuh, tetapi lampu rumah masih menyala terus,” ujar Sudarmo kepada wartawan.
Lantaran merasa janggal, warga memutuskan untuk memeriksa rumah tersebut.
Karena pintu terkunci rapat dari dalam, warga terpaksa melakukan upaya paksa untuk masuk.
Begitu pintu terbuka, warga dikagetkan dengan keberadaan seorang pria berinisial AR alias D di dalam rumah, namun ia berdalih tidak mengetahui keberadaan pemilik rumah.
Warga yang melakukan penyisiran kemudian menemukan jasad AA (18) tergeletak di sebuah ruangan dalam kondisi mengenaskan.
“Tahu-tahu ada orang bersimbah darah,” ucap Sudarmo.
Tak lama setelah itu, warga dikejutkan dengan penemuan jasad kedua di area sumur belakang rumah.
Saksi melihat bagian tubuh menyerupai kaki yang muncul dari permukaan air.
“Ada yang melihat seperti kaki muncul dari sumur,” tambahnya.
Kapolsek Patikraja, AKP Eko Sutanto, mengonfirmasi bahwa jasad K ditemukan di kedalaman sumur sehingga pihak kepolisian harus meminta bantuan SAR Unit Banyumas untuk proses evakuasi.
“Korban yang berinisial K ditemukan di dalam sumur sehingga kami meminta bantuan SAR Unit Banyumas untuk melakukan evakuasi,” jelas Eko.
Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.
Saat ini, fokus utama penyidik adalah mengejar pria berinisial AR alias D yang sebelumnya berada di dalam rumah korban namun langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor sesaat setelah warga menemukan jasad korban.
Jenazah kedua korban telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian mereka.
Kasus ini kini ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polresta Banyumas.
Sumber: Suara