Anak Buah Megawati Sentil Kubu Jokowi: PDIP Selalu Dituduh, Kini Dugaan Makar ‘Geng Solo’ Terungkap!

DEMOCRAZY.ID – Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menyebut bahwa selama ini PDIP selalu mendapat tuduhan.

Namun, ternyata pihak Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang terungkap mengarah pada dugaan makar.

“PDI Perjuangan selalu dituduh, ternyata ‘Geng Jokowi’ yang ditangkap dan diperiksa kasus penyadapan dan makar,” kata Guntur Romli, Jumat (6/11/2026).

Selama ini, kata dia, PDI Perjuangan selalu dijadikan kambing hitam.

Setiap terjadi demonstrasi besar maupun kerusuhan, PDIP selalu dituding sebagai pihak yang berada di baliknya, mulai dari aksi Agustus 2025 hingga gelombang protes sesudahnya.

“Fitnah diproduksi massal oleh buzzer, tanpa bukti,” tambah eks kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Guntur Romli menegaskan, PDI Perjuangan bersikap kritis bukan karena kebencian, melainkan menjalankan fungsi kontrol sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan.

Menurutnya, itulah checks and balances, napas demokrasi yang dijamin konstitusi.

Kritik disampaikan secara terbuka melalui parlemen dan jalur konstitusional.

“Bandingkan dengan Geng Jokowi, yang terbiasa memanipulasi kekuasaan dan aturan. Putusan MK No. 90/2023 yang membuka jalan bagi Gibran dengan pelanggaran etik berat oleh Ketua MK, pamannya sendiri, yang kemudian dipecat,” jelasnya.

“Lalu Pasal 18 ayat 3 PKPU 19/2023 yang diselundupkan tanpa pernah dibahas bersama DPR,” lanjutnya.

Kini, kata dia, konspirasi kekuasaan Jokowi itu terbuka lebar.

Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, jenderal yang dipilih dan dilantik Jokowi, ditahan dan dipecat dari KSP.

Ia disebut menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, media, ormas, LSM, hingga pengusaha.

Istana menilai perbuatan tersebut mengarah pada makar.

Menurutnya, hal ini bukan kebetulan.

Situasi tersebut terjadi karena pecah kongsi, perebutan akses kekuasaan dan sumber daya, serta ketakutan kehilangan pengaruh di tengah buruknya kinerja pemerintahan dan derasnya kritik publik.

Dia menyebut syahwat kekuasaan Geng Jokowi tidak pernah padam.

Mereka ingin kembali mengendalikan semuanya seperti sebelum dua tahun lalu.

“Mereka anggap presiden saat ini hanya seperti kendaraan yang bisa ditumpangi, kemudian bisa dibajak dengan dugaan kegiatan makar,” tuturnya.

“Jadi, siapa pengganggu negara sebenarnya? Bukan yang mengkritik secara terbuka, tetapi yang diam-diam menyadap Presiden. Usut tuntas sampai otak intelektualnya. Siapa yang memerintah, siapa yang menerima hasil sadapan. Bongkar sampai ke akarnya! Jangan takut pada ‘Geng Jokowi’,” tandasnya.

Artikel terkait lainnya