Amien Rais Peringatkan Prabowo: Jangan Cepat Naik Pitam Saat Dikritik!

DEMOCRAZY.ID — Tokoh senior nasional sekaligus Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menyampaikan sejumlah catatan kritis dan saran terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mengarungi dinamika kepemimpinannya di ring kekuasaan.

Amien Rais Minta Prabowo Kebal Kritik dan Jangan Cepat Naik Pitam

Dalam pandangannya, Amien Rais mengingatkan bahwa setiap presiden yang pernah memegang tampuk kekuasaan di Republik ini selalu menghadapi perlakuan yang serupa dari rakyatnya, mulai dari kritik yang santun hingga hujatan serta umpatan dengan intensitas yang beragam.

“Kritik maupun koreksi santun dan asal-asalan diarahkan ke presiden. Hanya, intensitasnya memang bervariasi,” ujar Amien Rais melalui tayangan di kanal YouTube pribadinya, Jumat (7/8/2026).

Ia mencontohkan bagaimana pemerintahan Prabowo sudah mulai dihujani kritik tajam sejak awal masa jabatannya, termasuk pemberian rapor merah dari kalangan intelektual seperti Greenpeace dan Celios yang menilai kebijakan awal pemerintah masih meneruskan warisan rezim sebelumnya yang menguntungkan kelompok oligarki.

Meski menilai masa 100 hari kerja masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan mutlak, Amien menyarankan agar kepala negara bersikap lebih tenang dan tidak mudah tersulut emosi saat menghadapi ketidakpuasan publik.

“Namun, Mas Prabowo tampung saja dan pelajari mana yang mendesak. Bentuk tim kecil yang kredibel,” ucapnya.

Tiga Saran Utama untuk Istana: Tim Kecil, Abaikan Survei, dan Kurangi Lawatan Asing

Guna meredam berbagai gelombang kritik dan menjaga fokus arah kebijakan negara, Amien Rais menitipkan tiga rekomendasi penting bagi Presiden Prabowo:

1. Membentuk Tim Kecil Kredibel: Menyarankan agar presiden membentuk tim khusus yang bertugas memantau perkembangan sosial, ekonomi, dan politik untuk menyaring masukan serta kritik konstruktif.

“Pak Prabowo sisakan waktu satu jam membaca masukan dari tim, bicarakan dan melanjutkan langkah dengan lebih bagus,” tuturnya.

2. Tidak Terlalu Pusingkan Survei dan Kurangi Perjalanan Luar Negeri: Meminta agar pemerintah tidak terlalu reaktif terhadap naik turunnya angka survei elektabilitas serta membatasi frekuensi lawatan ke luar negeri agar lebih fokus menyelesaikan persoalan domestik.

3. Tetap Tenang Hadapi Hujatan: Mengingatkan agar kepala negara tidak gampang naik pitam menghadapi kebencian atau fitnah di ruang publik.

“Jangan cepat naik pitam, jika ada yang mengkritik Prabowo. Kalau ada yang benci, mengumpat, memfitnah, tenang-tenang saja,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya