PDIP Beri Peringatan: Skenario Gibran 2 Tahun ‘Gantikan’ Prabowo Bukan Isapan Jempol!

DEMOCRAZY.ID – Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli membeberkan skenario 2 Tahun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggantikan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu dikaitkan dengan kasus penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Dia bercerita bahwa pada Februari 2024, Prof Connie Rahakundini Bakrie seorang ahli pertahanan dan geopolitik melontarkan “bom”: ada skenario Prabowo hanya menjabat dua tahun, lalu diteruskan Gibran.

“Ia (Connie) dicemooh, dibantah, bahkan dipolisikan. Banyak yang menganggapnya halusinasi politik,” kata Guntur Romli, Jumat, (6/11/2026).

Hari-hari ini cerita itu kata dia hidup lagi.

Prof. Mahfud MD dalam Podcastnya menyinggungnya kembali ucapan Prof Connie itu, sekaligus mengingatkan Presiden Prabowo agar berhenti bersikap seolah masih tersandera pemerintahan lalu.

“Tampaknya skenario ‘Gibran 2 tahun menggantikan Prabowo’ bukan isapan jempol,” ungkap Guntur Romli.

“Agar skenario mulus kata dia, Presiden harus “disandera”. Caranya? Penyadapan Informasi.Dalam politik, informasi adalah segalanya.

Seperti pertandingan catur, siapa yang tahu langkah lawan sebelum bidak bergerak, dialah yang melibas.

Kini Bareskrim menetapkan Listyo Sigit, Kapolri pilihan Jokowi yang justru dipertahankan Prabowo, sebagai tersangka penyadapan ilegal terhadap Presiden.

Bukan cuma Presiden: tokoh politik, jurnalis, pengusaha ikut diduga disadap.

Tampaknya lanjut dia, Skenario “Gibran 2 Tahun Menggantikan Prabowo” telah gagal total. Karena penyadapan itu terbongkar.

Istana sendiri menyebut ini mengarah ke makar. Maka publik berhak bertanya keras: siapa pemesannya? Untuk siapa telinga itu dipasang?

“Kongsi politik sudah pecah. Yang tersisa adalah jejak pengkhianatan dari dalam,” tandas Mantan Kader PSI ini.

Artikel terkait lainnya