DEMOCRAZY.ID – Deputy Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Ricky Kurniawan merespons belasan petinggi Polri yang berpotensi tersangka dalam kasus penyadapan yang dilakukan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya.
Menurutnya, makar para petinggi polri harus didalami sampai kepada otak pelakunya.
Dia mendukung Presiden Prabowo melakukan tindakan tegas.
“Makar para Dewan Jendral ini akan terus didalami dan sampai kepada otak pelakunya yang haus kekuasaan. Kita dukung Presiden @prabowo bertindak tegas demi NKRI,” kata Ricky Kurniawan, melalui X, Jumat, (6/11/2026).
“Cukup sudah 10 tahun lbh kekayaan alam kita dirampoknya. #KamiBersamaPrabowo,” tambahnya.
Menurutnya, jika dugaan penyadapan ilegal terbukti atas perintah presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), persoalannya bukan sekadar pelanggaran privasi.
“Ini menyangkut keamanan negara , integritas institusi penegak hukum, dan upaya Makar terhadap Pemerintahan yang sah,” tandasnya.
Makar para Dewan Jendral ini akan terus didalami dan sampai kepada otak pelakunya yang haus kekuasaan.
Kita dukung Presiden @prabowo bertindak tegas demi NKRI.
Cukup sudah 10 tahun lbh kekayaan alam kita dirampoknya.
#KamiBersamaPrabowo https://t.co/9BVDxETAvE— RKY {RicKY Kurniawan} . Mengawal Indonesia Maju. (@RicKY_KCh) November 6, 2026
Sebelumnya, Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Doktor Selamat Ginting memprediksi jumlah tersangka kasus penyadapan akan bertambah.
Saat ini yang telah resmi tersangka mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta (AHN) dan Irjen Eko Hadi Santoso (EH).
Terbaru Irjen Slamet Uliandi (SU).
Baca Juga:
Dua Momen Jokowi Bikin Publik Terharu, Indra Charismiadji Singgung Formula Pilpres 2024
Dia memprediksi Nunung Saifuddin, Dedy Murti, Tedjo Kusumo, Ribut Hari, Yuda Gustawan, Syahardiantono, Asep Dedi Suheri juga akan tersangka.
“Kemungkinan belasan yang akan menjadi tersangka dalam kasus ini,” ungkap Ginting.