DEMOCRAZY.ID – Aktivis sekaligus Ketua Umum DPN Solidaritas Pemuda Desa (Speda), Fadli Rumakefing turut menyoroti pernyataan kontroversial anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung yang baru-baru ini meminta Gibran Rakabuming Raka meletakan jabatan Wakil Presiden setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan dirinya tak punya ijazah SMA/SLTA atau sederajat yang menjadi salah satu persyaratan pokok yang wajib disertakan saat mendaftarkan diri menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2024 lalu.
Fadil mengaku curiga atas kehadiran Rocky di dalam lingkaran kekuasaan, jangan-jangan kritikus sekaligus akademisi itu memang sengaja diangkat Prabowo untuk menyerang serta menjatuhkan Gibran dari dalam, sebab pernyataan Rocky sama sekali tak mencerminkan sikap orang-orang yang berada di dalam pemerintahan, Rocky bersikap seperti beroposisi pada Gibran.
“Saya curiga, jangan-jangan Rocky dipasang untuk menyerang Mas Gibran dari dalam sistem kekuasaan eksekutif. Boleh dong saya curiga,” kata Fadli kepada wartawan dikutip Senin (12/10/2026).
Menurut Fadli, pernyataan Rocky di ruang publik tidak bisa dilepaskan dari jabatan yang kini diembannya.
Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Gibran merupakan satu pasangan kepemimpinan nasional yang memperoleh mandat melalui pemilihan umum.
“Prabowo-Gibran adalah satu kesatuan pasangan Presiden dan Wakil Presiden. Sejak Anda (Rocky) dilantik menjadi Anggota Wantimpres, apa pun yang Anda ucapkan di ruang publik itu melekat dengan jabatan Anda,” ungkapnya.
Fadli turut menyoroti apa yang ia nilai sebagai ketidaksesuaian antara kritik Rocky terhadap Gibran dan pandangannya selama ini mengenai moral serta etika.
Ia menilai, sikap Rocky dalam menyampaikan desakan tersebut patut dipertanyakan mengingat statusnya sebagai pejabat publik.
“Rocky ini kan dikenal sebagai orang yang sering bicara berbusa-busa soal moral, soal etika. Tapi mengapa dia terlihat sangat tidak beretika sebagai pejabat publik, seketika menyerang Mas Gibran di podcast Akbar Faizal,” pungkasnya.