Rocky Gerung Balas Kritik Aktivis: “Tunggu 10 Tahun Lagi, Mereka Bakal Minta Maaf!”

DEMOCRAZY.ID – Rocky Gerung menanggapi kritik dari sejumlah kalangan yang mempertanyakan keputusannya bergabung dengan lingkungan kekuasaan setelah mendapat jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Aktivis itu menegaskan dirinya tidak merasa harus mengubah sikap maupun cara berpikir hanya karena berada di lingkar Istana.

Rocky bahkan menyatakan para pengkritiknya mungkin akan mengubah pandangan mereka seiring berjalannya waktu.

“Tunggu aja 10 tahun lagi mereka minta maaf ke gue,” kata Rocky dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai posisi Rocky setelah masuk ke lingkungan pemerintahan.

Selama ini, Rocky dikenal sebagai salah satu pengkritik tajam kekuasaan dan kerap menyampaikan pandangan yang berseberangan dengan pemerintah.

Keputusannya menerima posisi di lingkungan Istana memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi sikap kritisnya.

Bagi sebagian pengkritik, kedekatan dengan kekuasaan berpotensi memengaruhi independensi seseorang dalam menyampaikan kritik.

Rocky menolak anggapan bahwa jabatan akan membuatnya kehilangan identitas intelektual.

Ia menegaskan tidak akan mengubah cara berpikirnya hanya karena kini berada di lingkungan pemerintahan.

Menurut Rocky, keberadaannya di Istana bukan berarti ia menyerahkan kebebasan berpikir kepada pihak yang berkuasa.

Ia memandang kekuasaan perlu terus diawasi, terutama karena kekuasaan yang berlebihan dapat membuka ruang bagi korupsi.

Rocky bahkan menyebut Istana sebagai “sarang korupsi” dalam menjelaskan pandangannya mengenai bahaya kekuasaan yang tidak terkontrol.

Rocky juga menegaskan tidak akan berhenti mengkritik Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-7 Joko Widodo, maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hanya karena kini berada di lingkungan Istana.

Baginya, jabatan tidak semestinya menjadi alasan untuk menahan kritik terhadap penguasa.

Tak Masalah Dikritik Sesama Aktivis

Dirinya menyadari keputusannya dapat memicu kekecewaan dari orang-orang yang selama ini memiliki pandangan atau perjuangan serupa dengannya.

Ia memahami sebagian kalangan mungkin menilai langkahnya sebagai perubahan posisi politik, tetapi ia tidak menganggap kritik tersebut sebagai alasan untuk mengubah pendiriannya.

Rocky menegaskan dirinya ingin tetap mempertahankan identitas intelektual meskipun kini berada lebih dekat dengan pusat kekuasaan.

Ia juga tidak ingin penilaian terhadap dirinya hanya didasarkan pada keputusan menerima jabatan di lingkungan Istana.

Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana ia menjalankan peran tersebut dan apakah ia tetap konsisten menyampaikan kritik.

Ia ingin membuktikan bahwa kedekatan dengan pusat kekuasaan tidak otomatis membuat seseorang kehilangan daya kritis.

Pernyataannya tentang permintaan maaf sepuluh tahun mendatang menjadi jawaban bagi mereka yang meragukan pilihannya.

Rocky seolah meminta para pengkritiknya menunggu dan melihat bagaimana ia menjalankan peran barunya sebelum menjatuhkan penilaian akhir.

[VIDEO]

Artikel terkait lainnya