PSI Sesumbar: Kami Yakin Suatu Saat Mas Gibran Bakal Jadi Presiden!

DEMOCRAZY.ID – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, meyakini Gibran Rakabuming Raka memiliki peluang menjadi Presiden RI setelah menyelesaikan tugasnya mendampingi Prabowo Subianto sebagai Wakil.

Keyakinan itu diungkapkan Dian saat menanggapi berbagai persoalan dan gugatan yang terus diarahkan kepada Gibran, dalam acara diskusi publik yang ditayangkan Nusantara TV.

Dikatakan Dian, situasi yang kini dihadapi Gibran mengingatkannya pada perjalanan politik Jokowi ketika masih menjabat sebagai kepala negara.

Dian Sandi Samakan Gibran dengan Jokowi

Dian Sandi menyebut, Gibran saat ini menghadapi pola serangan yang menurutnya mirip dengan apa yang pernah dialami Jokowi.

“Bagi saya, saya melihat Mas Gibran ini persis seperti melihat Pak Jokowi waktu dulu. Diuyak-uyak oleh penyerangnya itu sekian lama,” ujar Dian, Kamis (8/10/2026).

“Dari mulai menjabat diserang sampai hari ini, digugat di MK dan lain-lain,” tambahnya.

Kondisi tersebut justru membuat Dian semakin yakin Gibran akan memiliki perjalanan politik panjang.

“Saya jadi ada keyakinan suatu saat nanti Mas Gibran ini akan jadi Presiden setelah mendampingi Pak Prabowo dua periode,” tukasnya.

Pertanyakan Polemik Pendidikan Gibran

Dian juga menyinggung polemik mengenai latar belakang pendidikan Gibran yang terus dipersoalkan sejumlah pihak.

“Kadang-kadang kita juga tidak mengerti dengan teman-teman yang selama ini mempertanyakan ini,” jelasnya.

Ia mengaku tidak memahami alasan berbagai dokumen pendidikan Gibran masih dipermasalahkan, meski telah ditunjukkan kepada publik.

“Diberikan ijazah Orchid Park dianggap itu SMP, diberikan ijazah Advanced Diploma itu dianggap itu kursus, diberikan ijazah Bradford yang kerja sama dengan MDIS itu pun dianggap tadi Mas Roy bilang itu hanya dibayar-bayar,” sesalnya.

“Benar-benar kita enggak ngerti apa yang diinginkan,” cetus Dian.

Keluarga Jokowi Terus Diserang

Lebih jauh, Dian mengingatkan publik terkait seseorang bernama Mulyono yang pernah mewakili gerakan merebut kembali kemerdekaan.

Menurutnya, pernyataan tersebut menunjukkan adanya sikap penolakan terhadap kepemimpinan keluarga Jokowi.

“Tahun lalu Pak Mulyono yang mewakili gerakan merebut kembali kemerdekaan pernah mengatakan bahwa sampai kapan pun kami akan terus melakukan perlawanan dan menyerang keluarga Pak Jokowi, karena kami tidak mau dipimpin oleh keluarga Pak Jokowi,” terangnya.

Dian Sandi menyebut tayangan pernyataan tersebut masih tersedia di YouTube.

Ia kemudian menegaskan bahwa serangan terhadap Gibran dan Jokowi yang terjadi saat ini merupakan kelanjutan dari sikap tersebut.

“Tayangan itu masih ada di YouTube dan inilah lanjutannya, serang-serangan terhadap Mas Gibran, Pak Jokowi, inilah yang terjadi hari ini,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya