Mahfud MD Bongkar Fakta Mengejutkan: Pergantian Kapolri Sempat ‘Tertunda’ Gegara Dinamika Gibran dan Jokowi!

DEMOCRAZY.ID – Pergantian pucuk pimpinan Polri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto disebut sempat mengalami penundaan sebelum akhirnya terealisasi pada awal Oktober 2026.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap adanya sejumlah dinamika politik yang menurutnya turut mewarnai proses pergantian tersebut.

Mahfud menceritakan hal itu saat berbincang dengan Rizal Mustary dalam podcast Terus Terang, Rabu (7/10/2026).

Menurut Mahfud, Presiden Prabowo Subianto sebenarnya telah memiliki rencana untuk mengganti Listyo Sigit sebelum Suyudi akhirnya dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026.

Namun, kata dia, rencana pergantian tersebut sempat beberapa kali tertunda.

Pergantian Listyo Sigit Disebut Sempat Tertunda

Mahfud mengatakan wacana pergantian Listyo Sigit bukan baru muncul menjelang pelantikan Suyudi.

Ia menyebut rencana tersebut sempat menguat pada beberapa momentum, tetapi kemudian tidak terlaksana.

Salah satu yang disinggung Mahfud terjadi sekitar Juni 2026.

Ia mengaitkan momentum tersebut dengan kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk bertemu Presiden Prabowo.

“Berikutnya pernah mau diganti lagi. Lalu tiba-tiba tidak jadi, karena beritanya itu Gibran datang menghadap. Yang selama ini tidak pernah menghadap, lalu menghadap kok. Kira-kira bulan Juni lah ya, itu kan ada peristiwa tuh,” ungkap Mahfud.

Keterangan tersebut merupakan penuturan Mahfud mengenai dinamika yang ia pahami.

Tidak ada konfirmasi dalam informasi yang disampaikan bahwa pertemuan Gibran dengan Prabowo secara langsung menjadi penyebab batalnya rencana pergantian Kapolri.

Mahfud Ceritakan Pertemuan Jokowi dan Prabowo

Mahfud kemudian mengungkap dinamika lain yang menurutnya terjadi sebelum pergantian Listyo Sigit akhirnya dilakukan.

Ia menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama Iriana Jokowi sempat mendatangi kediaman Prabowo di Kertanegara.

Menurut Mahfud, setelah pertemuan tersebut, pemberitaan mengenai rencana pergantian Kapolri kembali mereda.

“Habis itu hilang lagi berita tentang (pergantian) Listyo ini. Analisis yang muncul, Pak Jokowi yang tidak setuju,” beber Mahfud.

Pernyataan mengenai sikap Jokowi tersebut merupakan analisis yang disebut Mahfud, bukan konfirmasi bahwa Jokowi memang menolak pergantian Listyo Sigit.

Karena itu, hubungan antara pertemuan Jokowi-Prabowo dan tertundanya pergantian Kapolri perlu dipahami sebagai bagian dari narasi atau analisis politik Mahfud.

Prabowo Disebut Memilih Cara yang Lebih Tertutup

Menurut Mahfud, rangkaian penundaan tersebut kemudian memengaruhi cara Presiden Prabowo mengambil keputusan mengenai pergantian Kapolri.

Ia menilai Prabowo memilih untuk tidak terlalu banyak membuka informasi mengenai rencana pergantian sebelum keputusan tersebut benar-benar dijalankan.

Strategi itu, menurut Mahfud, diperlukan agar rencana pergantian tidak kembali gagal seperti beberapa rencana sebelumnya yang disebutnya sempat tertunda.

“Sehingga kesimpulannya, ini kalau dibicarakan panjang-panjang dan ramai, tidak jadi terus. Pak Prabowo mengambil taktik ini tidak usah diberitahu dulu, makanya pemberitahuannya mendadak… Jangan sampai berulang tiga kali sebelumnya yang selalu gagal,” kata Mahfud.

Dari penjelasan tersebut, Mahfud menggambarkan proses pergantian Kapolri sebagai keputusan yang menurutnya tidak berlangsung secara sederhana dan sempat dipengaruhi dinamika politik.

Namun, penjelasan mengenai alasan penundaan dan strategi Presiden tersebut tetap merupakan keterangan serta analisis Mahfud.

Suyudi Dilantik sebagai Kapolri

Terlepas dari dinamika yang diceritakan Mahfud, pergantian Kapolri akhirnya terealisasi.

Presiden Prabowo melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, pada 1 Oktober 2026.

Pelantikan tersebut sekaligus mengakhiri masa jabatan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang telah berlangsung sejak Januari 2021.

Pengangkatan Suyudi didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri.

Pada kesempatan yang sama, Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/POLRI Tahun 2026.

Sehari setelah pelantikan, proses pergantian kepemimpinan Polri dilanjutkan dengan upacara penyerahan Panji Polri Tribrata dari Listyo Sigit kepada Suyudi pada 2 Oktober 2026.

Listyo Sigit kemudian mendapat jabatan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Pergantian Kapolri Sudah Terjadi, tetapi Cerita Politiknya Berbeda

Secara faktual, pergantian Listyo Sigit kepada Suyudi telah berlangsung dan ditandai dengan pelantikan pada 1 Oktober 2026.

Adapun cerita mengenai adanya beberapa rencana pergantian yang sebelumnya tertunda merupakan informasi yang disampaikan Mahfud MD.

Begitu pula dengan kaitan antara penundaan tersebut dan pertemuan Gibran dengan Prabowo maupun pertemuan Jokowi dengan Prabowo.

Belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut Mahfud yang mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut menjadi penyebab langsung tertundanya pergantian Listyo.

Karena itu, hubungan sebab-akibat tersebut tidak tepat ditulis sebagai fakta yang sudah terbukti.

Mengapa Pergantian Akhirnya Dilakukan Secara Mendadak?

Dalam versinya, Mahfud melihat keputusan Prabowo untuk tidak banyak membuka informasi sebagai strategi agar pergantian Kapolri benar-benar dapat dilaksanakan.

Menurut Mahfud, pengalaman penundaan sebelumnya menjadi alasan Presiden memilih pendekatan tersebut.

Pernyataan itu sekaligus menjelaskan mengapa, menurut Mahfud, keputusan pergantian Kapolri kemudian terlihat berlangsung relatif mendadak.

Namun, alasan resmi Presiden Prabowo memilih waktu dan mekanisme tersebut tidak dijelaskan dalam materi yang disampaikan Mahfud.

Karena itu, narasi mengenai strategi tertutup tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai perspektif Mahfud, bukan keterangan resmi Istana mengenai proses pengambilan keputusan.

Suyudi Masuk Fase Baru Kepemimpinan Polri

Setelah dilantik, Suyudi memasuki fase baru sebagai pimpinan tertinggi Polri.

Ia menyatakan akan melakukan konsolidasi internal dan mengevaluasi program yang telah berjalan pada masa kepemimpinan sebelumnya.

Program yang dinilai masih baik akan dilanjutkan, sedangkan bagian yang membutuhkan perbaikan akan dibenahi.

Pergantian tersebut menandai berakhirnya kepemimpinan Listyo Sigit di institusi Polri dan dimulainya kepemimpinan Suyudi.

Sementara itu, cerita Mahfud mengenai proses sebelum pergantian memberikan perspektif berbeda mengenai dinamika politik yang menurutnya mengiringi keputusan tersebut.

Pada akhirnya, dua hal perlu dipisahkan: pergantian Kapolri dari Listyo Sigit kepada Suyudi merupakan peristiwa resmi yang telah terjadi, sedangkan cerita mengenai penundaan, kaitannya dengan Gibran dan Jokowi, serta alasan di balik strategi komunikasi Presiden merupakan versi dan analisis Mahfud MD.

[FULL VIDEO]

Artikel terkait lainnya