DEMOCRAZY.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran berdialog langsung dengan korban dan orang tua siswa.
Salah satu percakapan Gibran dengan orang tua siswa terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Dalam percakapan itu, Gibran meminta siswa kembali bersekolah setelah kondisinya membaik.
“Kamu hari ini pulang, besok sekolah ya,” kata Gibran kepada salah satu orang tua siswa.
Orang tua siswa tersebut kemudian menjawab, “Nggih, siap.”
Gibran lalu memberikan pesan terkait makanan yang dikonsumsi anak tersebut selama proses pemulihan.
“Bawa bekel dari rumah, MBG jangan dimakan,” ujar Gibran.
View this post on Instagram
Dalam kunjungan itu, Gibran juga meminta investigasi dugaan keracunan segera diselesaikan.
Gibran menegaskan hasil investigasi harus disampaikan kepada keluarga korban secara terbuka dan transparan.
“Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang,” kata Gibran.
Potongan video ketika Gibran meminta orang tua siswa membawa bekal dari rumah turut menjadi perhatian warganet.
Sejumlah pengguna media sosial memberikan respons positif terhadap pernyataan tersebut.
“Nah ini baru bener. meskipun MBG itu program unggulan pemerintah, Mas Wapres gak bersikap defensif atau sibuk nyari pembelaan pas ada masalah,” tulis salah satu netizen.
Komentar lain menilai saran Gibran agar anak membawa bekal dari rumah merupakan langkah yang tepat.
“Itu saran yang bener dan bagus,” tulis akun lainnya.
Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) seperti dikutip menyebut terdapat 43.838 korban dugaan keracunan MBG sejak program diluncurkan pada Januari 2025 hingga Agustus 2026.
Angka tersebut disebut tersebar di 36 provinsi.
Namun, angka tersebut berbeda dengan pencatatan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala BGN Sudaryono menyebut sejak 22 Juli hingga awal September 2026 terdapat 5.482 korban dalam 71 kejadian yang berasal dari makanan yang diproduksi 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah satu kasus terbaru terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Setelah mengonsumsi makanan MBG pada 22 dan 23 September 2026, ratusan penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan.
Pemprov Jawa Tengah pada 28 September menyebut jumlah penerima manfaat yang terdampak telah mencapai lebih dari 700 orang.
Sebanyak 34 pasien masih menjalani perawatan, sementara sebagian korban lainnya telah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.
Insiden serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain.
Di Sidoarjo, Jawa Timur, sekitar 730 penerima manfaat dilaporkan terdampak dalam satu kejadian yang kemudian mendapat sanksi berat dari BGN.
Di Kota Pariaman, Sumatera Barat, sebanyak 129 pelajar dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.
SPPG Pasir Pariaman Tengah kemudian dihentikan sementara selama 30 hari untuk dilakukan evaluasi.
Kasus lainnya muncul di Tulungagung, Jawa Timur.
Sebanyak 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.