Bongkar Rapor Merah! Pengamat Politik Adi Prayitno Ungkap Alasan Purbaya Yudhi Sadewa ‘Layak Diganti’ dari Menteri Keuangan

DEMOCRAZY.IDPengamat politik Adi Prayitno menilai pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan berkaitan dengan sejumlah persoalan ekonomi yang belum terselesaikan.

Menurut Adi, salah satu persoalan yang menjadi sorotan ialah daya beli masyarakat yang dinilai terus melemah.

Dia menilai kondisi tersebut berbanding terbalik dengan klaim pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi yang positif.

“Secara rasional, secara substantif alasan Purbaya diganti tentu banyak faktor,” kata Adi melalui kanal YouTube aditprayitnoofficiall miliknya, Selasa (15/9).

Adi mengatakan persoalan lapangan pekerjaan juga masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Padahal, kata dia, Menteri Keuangan memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan keuangan negara.

“Jadi, wajar hal-hal seperti ini menjadi faktor penting bahwa Menteri Keuangan punya tanggung jawab besar dengan situasi keuangan yang ada di negara kita,” ujarnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi perhatian Adi.

Dia menilai rupiah yang belum menunjukkan penguatan signifikan menjadi catatan negatif bagi kinerja Purbaya.

“Itu tentu menjadi catatan yang sifatnya minus,” tegas Direktur Parameter Politik Indonesia tersebut.

Adi kemudian mengingat optimisme Purbaya sebelum menduduki kursi Menteri Keuangan.

Menurut dia, Purbaya sebelumnya kerap menyampaikan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju level 6 hingga 7 persen hanya tinggal menunggu waktu.

Namun, setelah menggantikan Sri Mulyani, optimisme tersebut dinilai belum sepenuhnya terealisasi.

Adi menyebut masih terdapat sejumlah persoalan ekonomi yang belum teratasi.

Dia juga menyinggung kenaikan utang negara serta pelaksanaan sejumlah program strategis pemerintah.

Salah satunya ialah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut Adi turut diwarnai persoalan dugaan korupsi.

“Utang kita terus bertambah dan program strategis misalnya MBG itu yang justru telah melahirkan sejumlah praktik korupsi,” kata Adi.

Dia menilai berbagai persoalan tersebut menjadi alasan kinerja Purbaya mendapat sorotan.

“Itulah yang kemudian menjadi catatan kritis kenapa kinerja Menteri Keuangan itu dinilai punya rapor merah dan sangat layak untuk diganti dengan yang baru, yaitu Suahasil Nazara,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya