DEMOCRAZY.ID – Ajang Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/2026) malam, menjadi kontroversi besar.
Perayaan yang diniatkan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus ajang khitanan massal, berbuah kecaman.
Pasalnya, karnaval yang diikuti 25 tim kreasi tersebut mendadak viral di media sosial lantaran menyuguhkan visual serta pertunjukan ekstrem yang dianggap menyerupai ritual pemuja setan.
Gelombang kontroversi bermula tatkala rekaman video penampilan salah satu kelompok peserta yang alih-alih menghadirkan nuansa religius Islam, justru membuat panggung jalanan tersebut dipenuhi ornamen gelap yang lekat dengan simbol okultisme.
Penonton disuguhi pertunjukan teatrikal yang menampilkan altar berornamen menyerupai Sigil of Baphomet, lengkap dengan simbol pentagram terbalik, aksara Ibrani, serta penggunaan kostum-kostum bernuansa mencekam.
Seorang peserta acara SKNC di wilayah Pekalongan,meninggal dunia pada Jumat (11/9)
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah penampilan almarhum dalam acara turut dikaitkan dengan ritual satanic.Bagaiman menurut netizen x(?) pic.twitter.com/nE0QxYzZOr
— Miss tweet (@Heraloebss) September 12, 2026
Puncak adegan yang memicu istighfar berjemaah adalah aksi penyembelihan kambing di atas altar berlilin.
Dalam adegan tersebut, seekor kambing sungguhan disembelih oleh peserta di tengah karnaval.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses penyembelihan eksekusi lapangan tersebut dilakukan tanpa sampai memutus bagian kepala hewan.
Namun, peserta kemudian mengangkat potongan kepala kambing yang tampak bersimbah darah ke hadapan publik.
Potongan kepala kambing berdarah yang dipamerkan dalam atraksi tersebut diketahui dibeli terpisah dari pasar dan terkena cipratan darah dari penyembelihan sebelumnya untuk memperkuat kesan menyeramkan.
Adegan penyembelihan kambing dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan sempat memunculkan pertanyaan tentang maksud di balik atraksi tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima, kambing memang disembelih dalam rangkaian adegan tersebut. Namun,… pic.twitter.com/l1SFnMBu3k— sosmed keras (@sosmedkeras) September 13, 2026
Sorotan terhadap perhelatan SKNC 2026 semakin bereskalasi usai kabar duka menyelimuti salah satu pengisi acara.
Ahmad Faiz (40), warga Simbang Kulon yang menjadi talent dalam karnaval tersebut, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, hanya beberapa jam usai meramaikan pawai.
Almarhum diketahui tampil mengitari rute karnaval sembari mengenakan kostum megah dengan bobot beban mencapai kurang lebih 15 kilogram.
Kematian almarhum sempat memicu beragam spekulasi mistis dan dikait-kaitkan netizen dengan nuansa ritual satanik di acara tersebut.
Namun, dugaan tersebut langsung ditepis oleh pihak keluarga.
KARNAVAL PEKALONGAN VIRAL…! KOSTUM MENCEKAM, ADEGAN POTONG KAMBING, SATU TALENT MENINGGAL PEKALONGAN…
Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan mendadak menjadi perbincangan luas setelah sejumlah video penampilan peserta beredar di media sosial…… pic.twitter.com/AuKKHqDrYR— ferizandra (@ferizandra) September 13, 2026
Keluarga menjelaskan, usai acara almarhum telah melepas kostum dan berada di rumah dalam kondisi hendak beristirahat.
Diduga almarhum mengalami kelelahan fisik yang sangat hebat serta sempat mengalami kesulitan bernapas tatkala menopang kostum berat selama acara berlangsung.
“Kami sangat berharap privasi dan nama baik almarhum dapat dihormati. Mohon jangan menambah kesedihan keluarga dengan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Jika memang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, kami mohon untuk tidak membuat kesimpulan atau menyebarkan cerita yang dapat merugikan nama baik almarhum,” tegas perwakilan keluarga Ahmad Faiz, dalam keterangannya melalui video, dikutip Minggu (13/9/2026).
Keluarga juga memohon dengan sangat agar masyarakat tidak berspekulasi sembarangan serta bersedia menghapus rekaman video yang melibatkan almarhum demi menjaga nama baik dan privasi keluarga yang ditinggalkan.
Noda dalam perhelatan karnaval malam itu semakin diperparah oleh aksi kekerasan jalanan di tengah kerumunan massa.
Niat mulia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal ke-61 di Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026, Pekalongan, justru berujung absurd akibat konsep acara yang menyerupai ritual pemuja setan. Alih-alih menghadirkan nuansa religius, penonton malah disuguhi… pic.twitter.com/8ShBpLoZGZ
— 5tePh3N (@P3gEl) September 13, 2026
Dua orang pedagang sosis keliling asal Purbalingga, Gita Firmansyah dan adiknya Iqbal Raihan, menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum saat berupaya menerobos kemacetan demi mengadu nasib menjajakan dagangan.
Rekaman aksi penganiayaan tersebut beredar luas di media sosial dan korban telah secara resmi melaporkan kejadian traumatik itu ke Polsek Buaran.
Menanggapi insiden pengeroyokan yang mencoreng jalannya acara, panitia penyelenggara SKNC 2026 langsung angkat suara.
Pihak panitia menegaskan bahwa para pelaku tindakan kriminal dalam video viral tersebut sama sekali bukan bagian dari panitia maupun peserta resmi karnaval.
“Pihak yang melakukan kekerasan dalam video tersebut bukan merupakan peserta maupun panitia SKNC 2026,” ujar Saiful Majid selaku perwakilan panitia SKNC 2026.
Panitia/Peserta Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan menuai kecaman usai menampilkan adegan penyembelihan kambing di atas altar berornamen mirip Sigil of Baphomet (pentagram terbalik, kepala kambing, simbol okultisme) dalam pawai memperingati Maulid Nabi SAW.… pic.twitter.com/vmTscTMtet
— PeopleToday.co (@peopletodayco) September 13, 2026