PDIP Murka Tanggapi Pernyataan Viral Budi Arie Soal Pemerintahan Prabowo ‘Bubar’ Sebelum 2029: Luar Biadab!

DEMOCRAZY.ID – Kader PDI Perjuangan, John Sitorus menyoroti pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, terkait kemungkinan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak bertahan hingga 2029.

Budi Arie sebelumnya menyampaikan harapannya agar pernyataannya tidak dijadikan narasi untuk membangun spekulasi politik.

Dalam video yang beredar, Budi Arie disebut menyampaikan kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa berdasarkan insting atau feeling-nya, situasi politik saat ini “kayaknya enggak sampai 2029”.

Budi Arie juga menggunakan istilah “patahan sejarah” untuk menggambarkan kemungkinan terjadinya perubahan politik dalam waktu lebih cepat.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari John Sitorus melalui unggahan di akun media sosial X miliknya.

John menilai Budi Arie dan Jokowi saat ini lebih sibuk memikirkan kekuasaan dibandingkan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

Ia menyinggung sejumlah persoalan, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kebakaran hutan di Papua.

“Orang2 ini hanya sibuk mikirin kekuasaan dan sengaja BODO AMAT soal Kalimantan yang HANGUS, NTT yang menangis karena Gempa Bumi dan Hutan di Papua yang terbakar,” tulis John Sitorus, dikutip Selasa (25/8/2026).

Menurut John, tahun 2029 masih cukup lama sehingga belum seharusnya pembicaraan mengenai pergantian kekuasaan menjadi perhatian utama.

Ia bahkan menilai Budi Arie dan Jokowi tidak sabar menunggu berakhirnya pemerintahan Prabowo.

“2029 masih lama dan mereka ini adalah pemenang pemilu, tapi sudah tidak sabar untuk menunggu tergulingnya Prabowo,” paparnya.

John juga menyoroti pernyataan Budi Arie dan Jokowi yang disebutnya siap jika terjadi “percepatan”, yang menurutnya dapat dimaknai sebagai kemungkinan berakhirnya pemerintahan Prabowo sebelum 2029.

“Budi Arie & Jokowi bahkan sudah menyatakan ‘SIAP’ andai terjadi percepatan yang bisa dimaknai dengan lengsernya Prabowo,” ucapnya.

John kemudian melontarkan kritik keras terhadap kondisi politik saat ini.

Ia menilai pembicaraan mengenai kekuasaan tidak semestinya lebih dominan ketika masyarakat tengah menghadapi berbagai persoalan.

“Luar BIADAB politik saat ini,” jelasnya.

“Rakyat lagi sengsara, isi kepalanya cuma KEKUASAAN,” pungkasnya.

👇👇

Artikel terkait lainnya