GEMPAR! Politikus PDIP Sarankan 15 Teman Jokowi Mundur Jadi Saksi, Sebut Ijazah Mulyono Dicetak di Pasar Pramuka

DEMOCRAZY.IDPolitisi senior PDIP, Bambang Beathor Suryadi, menyarankan 15 teman masa kuliah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dijadwalkan menjadi saksi di persidangan kasus tudingan ijazah palsu membatalkan niatnya.

Kasus tersebut kini menyeret nama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa sebagai terdakwa.

“Pihak-pihak yang selama ini membela Jokowi agar segera sadar bahwa Jokowi tidak memiliki ijazah SMA, apalagi ijazah UGM,” kata Beathor, Minggu (23/8/2026).

Tuding Ijazah Dicetak Ulang

Beathor mengklaim ijazah S1 Jokowi dicetak ulang atau dibuat di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta, untuk melengkapi syarat pencalonan Pilgub DKI Jakarta 2012.

“Untuk itu para saksi yang akan tampil di persidangan maupun para relawan segeralah mengundurkan diri meninggalkan Jokowi agar negeri ini aman sentosa,” ujarnya.

Beathor juga menyoroti penjelasan Humas Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait waktu wisuda.

Ia menyebut keterangan mengenai wisuda UGM pada November sebagai sebuah anomali.

“Penjelasan tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak yang selama ini memberikan pembelaan terhadap Jokowi,” pungkas Beathor.

Bonjowi Usung “Jalan Ketiga”

Di sisi lain, Kelompok Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) memilih pendekatan berbeda. Anggota Bonjowi Lukas Luwarso mengatakan kelompoknya tidak ingin terjebak dalam perdebatan asli atau palsu.

Bonjowi memilih “jalan ketiga” yakni menelusuri dokumen dan proses administratif yang melatarbelakangi penerbitan ijazah.

“Jadi intinya kami ingin kalau saya boleh agak ilmiah, menggunakan paradigma Anthony Giddens. Tahun 90-an Anda pernah membaca buku The Third Way,” kata Lukas dalam program Rakyat Bersuara di kanal YouTube iNews, Jumat (21/8/2026).

Lukas menegaskan penilaian keaslian dokumen harus didasarkan pada bukti autentik yang dapat diperiksa.

“Terlepas asli atau palsu, mari kita tengok, apakah ada dokumen-dokumen yang mendukung bahwa ijazah Jokowi didapatkan melalui proses yang benar, dan didukung oleh bukti-bukti,” ujarnya.

Ia menyebut Bonjowi tidak ingin menggunakan dokumen yang keasliannya belum dapat dipastikan sebagai dasar kesimpulan.

Artikel terkait lainnya