Sidang Lodewyk Bongkar Peran Nanik S. Deyang: Diprediksi Bakal Picu ‘Kegaduhan’ Jika Terbukti!

DEMOCRAZY.ID — Pernyataan mengejutkan kembali mencuat ke permukaan terkait kontroversi pengelolaan program strategis di masa pemerintahan sebelumnya.

Pengakuan Eks Wakil Kepala BGN Terkait Dapur Mandiri

Pegiat media sosial, Ferry Koto, memberikan sorotan tajam terhadap pengakuan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, yang menyebutkan bahwa eks Kepala sekaligus Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memiliki dapur sendiri untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ferry mengaku terkejut dengan pernyataan tersebut, terlebih pengakuan itu meluncur langsung dari seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan program MBG.

Ia berharap isu tersebut tidak berujung pada keterlibatan yang lebih luas agar tidak memicu kegaduhan publik yang masif.

“Wedan….. Ini bakal ramai dan bikin amsiong jika terbukti. Duh mbak Nanik. Mudah2an tidak ya, kasihan,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (21/8).

Sebelumnya, dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (20/8/2026), Lodewyk mengungkapkan bahwa Nanik memiliki fasilitas dapur pribadi untuk program tersebut.

Ia juga membeberkan bahwa Nanik kerap menghubunginya dan mengaitkan kepemilikan tersebut dengan nama Presiden Prabowo Subianto.

“Namun sebelum itu, karena saya mau jelaskan ini, Ibu Nanik itu juga punya dapur. Dia setiap saat telepon saya waktu itu dan dia gunakan itu namanya Pak Presiden ‘Ini punya Pak Presiden, ini begini, ini punya Pak Presiden,’” ungkap Lodewyk dalam persidangan.

Meski tidak merinci secara mendalam mengenai operasional dapur tersebut, Lodewyk menegaskan bahwa keterangan itu wajib ia sampaikan agar proses hukum terkait kasus dugaan korupsi MBG yang menjeratnya dapat terungkap secara transparan.

“Ya, saya harus bicara apa adanya di sini sehingga jelas ini, ya. Biar jelas semuanya ini,” tambahnya.

Pembagian Tugas Internal di BGN

Dalam kesempatan yang sama, Lodewyk turut menjelaskan struktur pembagian tugas di lingkungan BGN saat lembaga tersebut dipimpin oleh Dadan Hindayana.

Berdasarkan keterangannya, dari total tiga wakil kepala yang bertugas, Nanik memegang mandat di bidang investigasi, Lodewyk sendiri bertanggung jawab pada sektor organisasi dan hubungan kelembagaan, sementara Soni Sanjaya mengepalai divisi operasional.

Keterangan tersebut disampaikan Lodewyk guna merespons pertanyaan dari tim kuasa hukumnya, OC Kaligis, terkait pembagian wewenang serta peran masing-masing pejabat di dalam struktur BGN saat program tersebut berjalan.

Artikel terkait lainnya