Geger Pernyataan Said Didu! Ungkap Kemungkinan Terjadinya Aksi ‘Kudeta Senyap’ Pemerintahan Prabowo Oktober 2026

DEMOCRAZY.ID – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait masa depan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengaku mencium adanya aroma pergolakan politik yang berpotensi memangkas masa jabatan sang Presiden.

Dalam sebuah diskusi, Said Didu menyoroti spekulasi bahwa Prabowo diduga tidak akan memimpin secara penuh selama lima tahun.

Ia mengaitkan adanya skenario yang hanya memberikan ruang gerak terbatas bagi Ketua Umum Gerindra tersebut.

“Saya was-wasnya benar, bahwa Prabowo hanya dikasih waktu dua tahun, artinya Oktober 2026 dong,” kata Said Didu dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad Speakup, Rabu (19/8/2026).

Said menduga masih ada faksi lama yang disebutnya sebagai “geng Solo” dan oligarki yang tidak rela kehilangan kendali atas kekuasaan.

Menurut dia, Presiden ke-7 RI Joko Widodo tidak pernah benar-benar rela menyerahkan kekuasaan kepada pihak lain, termasuk Prabowo.

“Intinya Jokowi tuh tidak pernah rela melepaskan kekuasaan ke siapapun termasuk Prabowo,” ujarnya.

Ia menilai keberlanjutan pengaruh Jokowi terlihat dari sejumlah tokoh yang sebelumnya mendukung wacana tiga periode dan kemudian masuk dalam pemerintahan Prabowo.

Said menyebut Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, Muhaimin Iskandar, hingga Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari tokoh yang menurutnya pernah mendukung Jokowi.

“Hampir semua tokoh-tokoh yang menginginkan Jokowi tiga periode itu kan dipakai Prabowo,” katanya.

Ia juga menilai posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden semakin memperlihatkan keberlanjutan tersebut.

“Artinya Jokowi berhasil, ini keberlanjutan tiga periode sebenarnya,” ucap Said.

Lebih lanjut, Said menyebut situasi politik saat ini sebagai “uji nyali” yang belum diketahui ujungnya.

Ia bahkan menggambarkan potensi gerakan terhadap Prabowo sebagai

“Kudeta senyap, senyap dan merayap,” kata Said.

Menurutnya, dinamika tersebut menjadi ronde terakhir yang akan menentukan apakah Prabowo mampu mempertahankan kekuasaannya atau justru menghadapi tekanan politik.

“Kita enggak tahu apa yang akan terjadi, ini ronde terakhir, apakah KO atau menang angka,” tegas Said.

[FULL VIDEO]

Artikel terkait lainnya