Terbukti Terima Suap, Rekam Jejak Raja Juli Antoni Ditelanjangi Habis: Deretan Kontroversi Ini Bukti Nyata Bobroknya Pejabat!

DEMOCRAZY.ID – Sosok Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni tengah menjadi sorotan tajam, karena namanya disebut-sebut dalam kasus gratifikasi yang menyeret Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby.

Pasalnya, Raja Juli Antoni sempat menerima amplop berisi dolar Singapura dari Suhardiman Amby yang akhirnya dikembalikan dan melaporkannya ke KPK.

Namun, laporan tersebut ditolak KPK karena objeknya dinilai telah masuk ke dalam ranah penyidikan kasus hukum yang bersangkutan.

Terbaru, KPK menduga Raja Juli Antoni belum sepenuhnya mengembalikan amplop berisi uang dolan Singapura tersebut.

Sebelum namanya disebut dalam kasus gratifikasi Bupati Kuansing nonaktif tersebut, Menteri Kehutanan RI cukup sering didera berbagai isu miring, mulai dari dugaan gratifikasi hingga tudingan nepotisme.

Berikut adalah deretan kontroversi Raja Juli Antoni yang sempat menggemparkan publik.

1. Bagi-Bagi Jabatan dan Gaji Fantastis untuk Kader PSI

Pada Maret 2025, Raja Juli kembali memicu kemarahan publik setelah menunjuk 11 kader PSI untuk mengisi posisi strategis di Tim FOLU Net Sink 2030.

Tim ini bertugas mengurusi isu krusial emisi gas rumah kaca.

Bukan cuma soal kualifikasi yang diragukan, gaji yang diberikan pun tergolong selangit untuk ukuran tim kerja, antara lain:

  • Penanggung Jawab (Raja Juli): Rp 50 juta/bulan.
  • Anggota (Kader PSI): Rp 20 juta/bulan.
  • Staf Kesekretariatan: Rp 8 juta/bulan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI bahkan menyebut langkah ini sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan politik yang nyata.

2. Mencibir Megawati Soekarnoputri

Raja Juli pernah memancing keributan di media sosial setelah menyindir instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Saat Megawati meminta kepala daerah dari partainya menunda retret ke Magelang pada Februari 2025, Raja Juli melontarkan cuitan pedas di X (Twitter) seperti berikut ini:

“Kepala daerah kalian pelayan rakyat atau pelayan partai?”

Sontak, netizen langsung menyerang balik Raja Juli dan menganggapnya tidak beretika karena mencampuri urusan internal partai lain sementara ia sendiri berstatus menteri.

3. Main Domino dengan Eks Tersangka Pembalak Liar

Awal September 2025, sebuah foto viral memperlihatkan Raja Juli asyik bermain domino dengan Azis Wellang, seorang pengusaha yang pernah menjadi tersangka kasus pembalakan liar (illegal logging).

Meski berdalih hanya kebetulan dan tidak mengenal sosok Azis, publik menilai hal ini sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang Menteri Kehutanan yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan pembalakan liar.

Buntut kejadian ini, Raja Juli terpaksa menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.

4. Sertifikat di Atas Laut dan Pengalihan Status Hutan Lindung

Dua isu kebijakan juga sempat membayangi kariernya, antara lain:

SHGB di Atas Laut

Saat menjabat Wamen ATR/BPN, ia mengaku tidak tahu soal penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di wilayah perairan Tangerang.

Pengakuan ini memicu pertanyaan publik soal kompetensinya dalam mengawasi perizinan lahan.

Hutan Lindung Jadi Lahan Tambang

Pada Februari 2024, kebijakannya mengubah status Hutan Lindung menjadi Area Peruntukan Lain (APL) dikritik habis-habisan oleh aktivis lingkungan karena dianggap membuka pintu eksploitasi besar-besaran terhadap paru-paru dunia.

Artikel terkait lainnya