MISTERI Misteri Nama ‘Febrio Adiono’ di Kasus Kematian Sutrimo, Mengaku Kerabat Ternyata Disinyalir Seorang Jaksa

DEMOCRAZY.IDKematian misterius Sutrimo, sosok yang disinyalir merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, menyisakan kabut misteri yang tebal.

Di balik kesimpangsiuran penyebab kematiannya, muncul misteri terbaru terkait sosok laki-laki yang mengantarkan Sutrimo ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Dalam surat keterangan kematian Sutrimo yang dikeluarkan pihak rumah sakit, disebutkan nama pengantar yaitu Febrio Adiono yang dituliskan sebagai kerabat.

Namun belakangan dikabarkan keluarga Sutrimo tak mengenal nama tersebut.

Belakangan di jagat maya juga muncul isu bahwa Febrio Adiono adalah seorang jaksa.

Isu tersebut muncul dari beberapa unggahan yang ikut melampirkan sebuah foto seorang jaksa dengan name tag “Febrio” di dada kanan.

“Sosok Febrio Adiono diketahui merupakan seorang jaksa. Namanya tercantum sebagai penanggung jawab jenazah Sutrimo di RS Muhammadiyah Taman Puring, dengan hubungan yang ditulis ‘kerabat’,” demikian diunggah akun @RA_leather, dikutip Rabu (29/7/2026).

Unggahan serupa juga ditampilkan akun @aermeneeral.

“Kematian Sutrimo (42) penjaga rumah Febrie Adriansyah memasuki babak baru. Nama Febrio Adiono tercatat sebagai kerabat dan penanggung jawab yang membawa jenazah ke Rumah Sakit Muhamadiyah. Dilain sisi, keluarga bahkan tidak mengenal Febrio Adiono, karena saat jenazah diantarkan ke rumah duka pun diantar orang tidak dikenal dan disebut berbadan tegap,” tulisnya.

Postingan ini memantik isu yang lebih liar. Pasalnya, Febrio kemudian diduga juga merupakan sosok ajudan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, yang diisukan tewas ditembak dan jenazahnya belum ditemukan.

Isu ini awalnya diposting Instagram @gianluigich dan pesan berantai WhatsApp yang mengklaim bahwa ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak oleh orang tidak dikenal usai penjaga rumahnya meninggal dunia.

Namun isu ini segera dibantah oleh pihak Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto secara tegas menepis isu penembakan ajudan tersebut dan memastikannya sebagai informasi palsu.

“Sejauh ini kami sudah mengonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan, itu adalah hoaks,” tegas Bhudi Hermanto.

Bhudi menambahkan bahwa tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan masih mengumpulkan bukti ilmiah serta keterangan saksi-saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo serta memetakan kronologi utuh peristiwa tersebut.

“Masih didalami,” pungkas Bhudi singkat.

Artikel terkait lainnya