DEMOCRAZY.ID – Seorang anggota Kongres dari partai berkuasa Morena di Meksiko ditemukan tewas dengan luka tembak di dalam mobilnya di negara bagian Veracruz, wilayah timur Meksiko, pada hari Jumat.
Peristiwa tragis ini terjadi kurang dari satu tahun menjelang pelaksanaan pemilihan umum lokal dan federal di negara tersebut.
Korban diidentifikasi bernama Zenyazen Escobar, seorang legislator federal yang mewakili negara bagian pesisir tersebut—sebuah wilayah strategis yang juga menjadi lokasi sejumlah kompleks minyak penting di Meksiko.
Berdasarkan keterangan awal, jenazah Escobar ditemukan di dalam kendaraannya dengan setidaknya satu luka tembak yang merenggut nyawanya.
“Berkas investigasi saat ini sedang disusun,” ujar Jaksa Agung Negara Bagian Lisbeth Jimenez kepada para wartawan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
#OtrosCUERPOS 🚨 A LOS 42 AÑOS, MATAN A DIPUTADO FEDERAL DE MORENA EN VERACRUZ
Zenyazen Escobar García, diputado federal de Morena y exsecretario de Educación de Veracruz durante el gobierno de Cuitláhuac García, fue localizado sin vida este viernes en Chicaxtle, Puente… pic.twitter.com/1m08Xz077W
— Moviendo Ideas (@moviendoideas) September 4, 2026
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Veracruz, Ricardo Ahued, menyampaikan bahwa kendaraan yang ditumpangi oleh sang legislator tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan akibat kekerasan fisik dari luar.
Sebagai bentuk belasungkawa, majelis rendah Kongres Meksiko menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan oleh Zenyazen Escobar.
Pihak legislatif juga mendesak aparat penegak hukum dan otoritas yudisial agar segera melakukan “investigasi secara menyeluruh terhadap fakta-fakta” di balik kematian sang politisi.
Bayang-bayang Kekerasan Politik Jelang PemiluTragedi ini terjadi di tengah persiapan nasional Meksiko menyambut pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni mendatang.
ÚLTIMA HORA
Baca JugaMatan a balazos a Zenyazen Escobar @ZenyazenEscobar , diputado federal de Morena, en Veracruz.
El legislador de 42 años fue localizado sin vida este viernes en la comunidad de Chicaxtle, municipio de Puente Nacional.
Escobar fue secretario de Educación durante el… pic.twitter.com/r6bRFTHBA4
— Lety Carbajal Arellano (@carelety) September 4, 2026
Pemilu tersebut akan menjadi ajang pergantian dan pemilihan posisi kepala daerah, mulai dari wali kota, anggota legislatif tingkat negara bagian, dewan kota, hingga posisi gubernur.
Dalam pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya, berbagai wilayah di Meksiko kerap kali diwarnai oleh insiden kekerasan yang berkaitan dengan kelompok kejahatan terorganisir.
Kelompok-kelompok kriminal ini sering kali berupaya mengooptasi para tokoh politik serta mengonsolidasikan kontrol teritorial mereka demi kepentingan gelap.
Berdasarkan data dari organisasi hak asasi manusia Data Civica, tercatat ada setidaknya 30 insiden “kekerasan politik-kriminal” yang terjadi di 11 negara bagian di Meksiko hanya dalam kurun waktu bulan Juli saja.
Hace unos meses hice este video de quién era Zenyazen Escobar, el diputado federal de Morena que fue asesinado hoy a balazos en Veracruz y como pasó de stripper a Secretario de educación y luego diputado cobijado por @CuitlahuacGJ pic.twitter.com/MS0wwknedJ
— Jorge García Orozco (@jorgegogdl) September 4, 2026
Dari total insiden tersebut, 14 kasus di antaranya merupakan pembunuhan.
Adapun wilayah-wilayah yang mencatatkan kasus tertinggi meliputi:
Data Civica mendefinisikan kekerasan politik-kriminal sebagai serangkaian tindakan teror yang meliputi ancaman, pembunuhan, serangan bersenjata, percobaan pembunuhan, penghilangan paksa, hingga penculikan terhadap aktor-aktor politik maupun publik.
Peringatan Keras dari Otoritas PemiluMenanggapi situasi keamanan yang kian mengkhawatirkan, badan penyelenggara pemilu nasional Meksiko (INE) telah mengeluarkan peringatan serius.
INE menegaskan bahwa keterlibatan kejahatan terorganisir merupakan salah satu ancaman paling berat bagi kelangsungan proses demokrasi di negara tersebut.
Menurut catatan INE, putusan pengadilan di masa lalu telah mendokumentasikan berbagai bentuk intervensi gelap.
Intervensi ini mencakup kehadiran individu-individu bersenjata yang berupaya mengintimidasi atau memaksa masyarakat agar memilih pasangan calon tertentu, serta tindakan kriminal berupa perusakan, pencurian, hingga pembakaran logistik dan material pemilu.