DEMOCRAZY.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, mengkritik tajuk pemberitaan sejumlah media massa yang dinilainya bias dan tendensius.
Prabowo menyoroti praktik sebagian media yang seolah sengaja menutup mata terhadap hasil kinerja pemerintah.
Ia secara spesifik merujuk pada program perbaikan puluhan ribu bangunan sekolah rusak yang saat ini sedang dikebut oleh pemerintahannya.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi infrastruktur pendidikan. Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang terbengkalai tersebut.
“Sekolah-sekolah roboh. Roboh. Sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah. Saya instruksikan harus lebih, 100.000 sekolah.”
“Yang sekian belas tahun tidak disentuh,” ucap Prabowo saat acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Namun, Prabowo sangat menyayangkan framing pemberitaan media yang justru sengaja mencari-cari sebagian kecil sekolah yang belum diperbaiki untuk dijadikan berita utama.
Ia menilai redaksi media tersebut sengaja memajang foto sekolah rusak untuk membentuk opini publik yang negatif.
“Saudara-saudara, ada juga media-media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar taruh di halaman pertama. Aduh. Dia kira kita nggak ngerti.”
“Saya nggak sebutlah media mana ya. Kalau saya sebut ya pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahulah,” sentilnya.
👇👇