Bulan Depan Jokowi Keliling Indonesia, Pengamat Langsung Skakmat: Cuma Cari Muka, Dia Ahli Pencitraan!

DEMOCRAZY.ID – Hendri Satrio, pengamat komunikasi politik sekaligus Direktur Utama Lembaga Survei KedaiKopi, menanggapi rencana mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk keliling tanah air mulai Juni 2026.

Menurut Hendri, rencana Jokowi itu direspons secara beragam oleh publik.

Pertama, ada yang menduga rencana itu untuk menguatkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Kedua, untuk menggiatkan demokrasi Indonesia. Ketiga, untuk mengamankan posisi putra sulung Jokowi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, agar bisa dua periode bersama Presiden Prabowo Subianto.

Hendri menilai Jokowi boleh-boleh saja keliling Indonesia. Namun, tindakan Jokowi itu juga bisa menciptakan “musuh” bagi dia.

“Kenapa? Karena dengan dia muncul ke permukaan, orang jadi tahu bahwa Pak Jokowi sedang bersiap bertarung sehingga partai-partai politik, terutama ketum-ketum partai politik lain yang biasanya sowan menghadap Pak Jokowi, bisa jadi saat ini harus berpikir dua kali,” kata Hendri dalam siniar di kanal YouTube miliknya, Sabtu, (30/5/2026).

Hendri berkata jika para ketum partai tetap sowan kepada Jokowi, para kader akan mempertanyakan tindakan itu.

“Pastinya semua berhitung kekuatannya Pak Jokowi berapa. Kemudian, plus minusnya bagaimana membendung Pak Jokowi yang keliling-keliling itu. Itu semuanya dicatat oleh lawan-lawan politiknya. Mungkin sekarang lawan-lawan politiknya adalah lawan-lawan PSI itu,” ujarnya menjelaskan.

Dia mengatakan lawan-lawan politik Jokowi akan mencatat di mana saja kekuatan Jokowi yang akan keliling Indonesia.

Menurut Hendri, hingga saat ini Jokowi masih menjadi tokoh yang populer dan punya branding kuat.

Mengenai apakah rencana keliling Jokowi akan membuat hubungan Jokowi dan Prabowo retak, Hendri menyebut belum tentu juga.

Bisa jadi rencana itu bertujuan agar Gibran tetap menjadi wakil Prabowo pada Pilpres 2029

“Maka salah satu agenda Pak Jokowi adalah menyukseskan, mengomunikasikan, mempromosikan program-program Pak Prabowo. Bisa jadi Pak Jokowi nanti saat keliling bicara tentang pentingnya MBG (Makan Bergizi Gratis) atau misalnya manfaat Koperasi Desa Merah Putih,” kata Hendri.

Hendri mengingatkan bahwa Jokowi adalah sosok yang pintar mencitrakan diri.

“Harus kita ingat Pak Jokowi ini naturally born ahli pencitraan. Jadi, dia bisa membuat skema secara natural itu menguntungkan dirinya. Dia ini politisi handal,” ujarnya.

“Jadi, wajar kalau kemudian banyak sekali partai politik yang bersiap menghadapi safari turun gunungnya Pak Jokowi.”

Dimulai dari Kunjungan ke Lampung

Jokowi akan berkeliling Indonesia mulai akhir Juni 2026 dan diawali dengan kunjungan ke Provinsi Lampung.

Langkah ini menandai kembalinya aktivitas publik Jokowi di tingkat nasional setelah sempat membatasi kegiatan fisik luar daerah selama beberapa waktu terakhir.

Pemilihan Lampung sebagai titik awal safari nasional ini memprioritaskan pemenuhan undangan langsung dari masyarakat adat dan jaringan sukarelawan di tingkat akar rumput, sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal bersama para kader daerah PSI.

Kepastian mengenai kondisi kebugaran fisik dan rencana perjalanan perdana tersebut disampaikan langsung oleh Jokowi saat menemui awak media di kediamannya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Senin, (25/5/2026).

“Ya saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada. Ya seperti ini udah memenuhi undangan-undangan di daerah udah siap insyaallah. Tiap hari lihat,” tutur Jokowi kepada media, Senin pekan ini.

Jokowi menjelaskan bahwa agenda pergerakannya ke depan murni didorong oleh volume permohonan kunjungan yang tinggi dari berbagai wilayah regional.

“Karena ada undangan dari daerah. Ini kan saya banyak undangan. Undangan dari daerah-daerah. Dari masyarakat. Dan itu juga untuk memberikan motivasi dan juga ketemu dengan PSI di daerah. Terus juga ketemu relawan di daerah karena ada undangan. Lampung, NTT, Jawa Barat. Ya seperti ini,” urainya mengenai peta perjalanan berkala tersebut.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya