

DEMOCRAZY.ID – Website resmi Universitas Republik Indonesia atau URI jadi sorotan. Diduga dibuat menggunakan AI Chat GPT.
“Bangsaaat website URI dibikin vibe coding pake GPT-3.5,” kata konsultan kecerdasan buatan atau AI, Hanif melalui unggahannya di X, Sabtu (25/7/2026).
Meski tak mengungkap berapa anggaran untuk membuatnya, Hanif menduga memakan anggaran miliar rupiah.
“Coba tebak anggaran website ini berapa milyar,” ucapnya.
Hanif bahkan membandingkan website tersebut dengan laman resmi sekolah anaknya.
“Doksli uri.ac.id. Silahkan kalian nilai sendiri. Ini mah kalah bagus sama website TK anak gue,” ujarnya.
Kabar terbaru, Hanif menginformasikan website tersebut tumbang.
“BREAKING: Setelah website tumbang karena tidak mampu handle traffic,” kata Hanif melalui unggahannya.
Dia mengungkapkan pemerintah saat ini membentuk perusahaan hosting baru.
“Pemerintah memutuskan membentuk perusahaan hosting baru bernama Hosting Republik Indonesia (HRI). Servernya akan ditenagai teknologi AI (Aparat Indonesia),” imbuhnya.
Meski begitu, belum diketahui kapan mulai dioperasikan.
“Ditargetkan mulai beroperasi setelah studi banding dan pembentukan satgas,” pungkasnya.
👇👇
Bangsaaat website URI dibikin vibe coding pake GPT-3.5 🤣
Coba tebak anggaran website ini berapa milyar pic.twitter.com/JDAW71VSB5
— Hanif | AI For Productivity (@hanifproduktif) July 24, 2026
web nya mirip hasil vibe coding loh ya 😹 https://t.co/kDt6hGW28o
— dnver (@dnver_k) July 24, 2026
Pemerintah berencana membuat seupluh kampus URI.
Itu diungkapkan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto setelah dirinya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia.
Menurutnya, kehadiran URI untuk memberi bekal kepemimpinan nasional dalam jangka panjang.
Konsepnya menggabungkan pembentukan karakter dan pendidikan akademik.
“Presiden memberikan perhatian besar terhadap bagaimana Indonesia menyiapkan pemimpin masa depan. URI menjadi salah satu instrumen untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, integritas, dan jiwa kepemimpinan,” ujar Donny.
Menurutnya, tantangan Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, ekonomi, teknologi, serta persoalan sosial yang semakin kompleks.
Konsep Universitas Republik Indonesia disebut terinspirasi dari sistem pendidikan kepemimpinan publik di Prancis melalui École nationale d’administration (ENA), yang kini bernama Institut National du Service Public (INSP).
Melalui pendekatan serupa, URI diharapkan menjadi tempat pembinaan calon pemimpin Indonesia yang memiliki perpaduan antara kompetensi profesional, wawasan kebangsaan, serta karakter pelayanan kepada masyarakat.
Pendidikan di URI nantinya tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pola pikir strategis, kemampuan mengambil keputusan, kepemimpinan organisasi, dan etika dalam menjalankan amanah publik.
“Pemimpin tidak cukup hanya pintar secara akademik. Mereka harus memiliki karakter, kemampuan manajerial, serta memahami bagaimana mengelola negara dengan baik,” kata Donny.