DEMOCRAZY.ID – Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), belakangan ini kembali menjadi perbincangan hangat terutama menjelang pemilu 2029.
Sejumlah pihak mulai mengasumsikan bahwa hubungan antara Prabowo dengan Jokowi mulai terjadi jarak.
Apalagi sejak munculnya pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi yang memprediksi terjadinya percepatan sebelum 2029.
Terkait kabar Prabowo dan Jokowi mulai ada kerengganan bahkan pisah jalan, pegiat media sosial, Chusnul Chotimah turut menanggapi.
Dia bahkan menilai, keputusan Ketua Umum Gerindra untuk berpisah jalan dengan Jokowi sebagai sesuatu yang sangat menguntungkan secara politik.
Chusnul Chotimah bahkan menilai langkah seperti itu sebagai sebuah keputusan cerdas bagi Prabowo.
Apalagi jik melihat geng Solo terutama melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI), hanya mendapat dukungan sekitar 2 persen berdasarkan hasil lembaga survei.
“Prabowo cerdas, dia tau keputusan ini paling menguntungkan dirinya dan sangat merugikan Jokowi,” kata Chusnul Chotimah, dikutip Senin (21/9/2026).
Lebih jauh, Chusnul Chotimah menilai bahwa Prabowo Subianto akan lebih terbuka untuk memilih calon pendamping lebih berkualitas, dibanding cawapres yang mendampinginya pada pemilu 2024, Gibranb Rakabuming Raka.
“Dengan pisah dari Jokowi, Prabowo buka peluang pilih cawapres yg lebih berkualitas dan punya dukungan lebih besar dari Jokowi dan PSI,” tandas Chusnul Chotimah.
Dia menilai, ada sejumlah tokoh politik baik yang ada di Gerindra sendiri maupun partai lain yang memiliki kualitas dan kapasitas lebih mumpuni untuk menjadi wakil presiden ke depan.
Dia mencontohkan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kader PDIP, atau kader Gerindra sendiri,
“Prabowo bisa gandeng AHY, Anies, atau kader PDIP. Bahkan dia bisa gandeng kadernya sendiri KDM (Dedy Mulyadi),” sebut Chusnul Chotimah.
Dia menjelaskan, jika Presiden Prabowo benar memilih berpisah dengan Jokowi, dia memastikan mantan presiden dua periode itu tidak akan memiliki pengaruh lagi pada pemilu 2029 mendatang.
“Lalu bagaimana dengan Jokowi? Setelah pisah dari Prabowo, Jokowi nggak punya apa-apa lagi selain PSI,” sebutnya.
Kondisi itu kata dia akan memaksa nilai jual Gibran Rakabuming Raka akan sulit bersaing dengan figur lainnya.
Terlebih lagi di tengah terpaan kasus penyetaraan ijazah yang kini digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Artinya nilai jual Gibran paling kecil di antara cawapres yg ada. Sudah paling kecil bermasalah pula di MK. 2029 pemilu tanpa Gibran, merdeka.😂,” tandasnya.
Prabowo cerdas, dia tau keputusan ini paling menguntungkan dirinya dan sangat merugikan Jokowi.
Dengan pisah dari Jokowi, Prabowo buka peluang pilih cawapres yg lebih berkualitas dan punya dukungan lebih besar dari Jokowi dan PSI.
Prabowo bisa gandeng AHY, Anies, atau kader… pic.twitter.com/FEcdeP3BcU
— Chusnul ch💞timah (@ch_chotimah2) September 20, 2026