Peta Politik 2029 Membara: Anies dan KDM Tak Masuk Hitungan, Sosok-Sosok Ini Diprediksi Jadi Penantang Berat Prabowo di 2029!

DEMOCRAZY.ID – Peta persaingan menuju Pemilihan Presiden 2029 diperkirakan bakal lebih kompleks dibandingkan kontestasi 2024.

Sejumlah nama mulai disebut berpotensi masuk dalam bursa, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai Gibran justru menjadi salah satu figur yang paling patut diperhitungkan apabila Presiden Prabowo Subianto kembali maju dalam pemilihan presiden mendatang.

Hendri bahkan menempatkan Gibran sebagai salah satu calon presiden terkuat setelah Prabowo.

“Calon-calonnya banyak. 2029 ini kayaknya enggak cuma Prabowo-Gibran. Mas Gibran sendiri ya calon presiden terkuat, menurut saya, selain Prabowo,” kata Hendri, dikutip Selasa (15/9/2026).

Pernyataan itu membuka kemungkinan bahwa pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 tidak otomatis berlanjut sebagai pasangan pada 2029.

Jika Prabowo kembali mencalonkan diri untuk periode kedua, Gibran berpeluang membangun jalur politiknya sendiri dan maju sebagai calon presiden.

Menurut Hendri, persaingan menuju Pilpres 2029 masih sangat terbuka.

Selain Prabowo dan Gibran, sejumlah nama dari partai politik lain berpotensi masuk dalam bursa.

Dari PDI Perjuangan, misalnya, terdapat Ganjar Pranowo, Puan Maharani, hingga Pramono Anung.

Gibran kini bukan lagi sekadar figur yang diproyeksikan sebagai calon pemimpin masa depan, melainkan telah menduduki jabatan wakil presiden sejak 2024.

Pengalaman berada di pemerintahan selama satu periode dapat menjadi modal bagi Gibran apabila ingin maju dalam Pilpres 2029.

Faktor Jokowi

Hendri menilai kekuatan politik Gibran juga tidak dapat dilepaskan dari sosok ayahnya, Joko Widodo atau Jokowi.

Menurut dia, Jokowi masih memiliki kemampuan membaca strategi dan momentum politik.

Kemampuan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perjalanan politik Gibran menuju 2029.

“Jokowi itu orang yang sangat cerdas di politik. Dia paham strategi politik, dia paham momentum politik. Itu kelebihan seorang Jokowi,” kata Hendri.

Meski begitu, Hendri mengingatkan konfigurasi politik menuju Pilpres 2029 masih sangat cair.

Peta koalisi, komunikasi antarpartai, tingkat elektabilitas, serta hubungan antarfigur masih dapat berubah sebelum pencalonan resmi dilakukan.

Dengan kondisi tersebut, pertarungan 2029 tidak bisa hanya dilihat sebagai kelanjutan dari Pilpres 2024.

Gibran berpotensi menjadi salah satu pusat kekuatan politik baru, termasuk apabila akhirnya berhadapan dengan Prabowo yang saat ini menjadi pasangannya di pemerintahan.

Kepuasan Publik Prabowo-Gibran Berjarak

Di tengah pembicaraan mengenai peluang Gibran pada Pilpres 2029, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo dan Gibran menunjukkan perbedaan cukup lebar.

Survei Arus Survei Indonesia (ASI) mencatat tingkat kepuasan terhadap Prabowo mencapai 57,6 persen.

Sementara kepuasan terhadap Gibran berada di angka 40,1 persen.

Temuan tersebut merupakan bagian dari survei nasional bertajuk Evaluasi Kinerja dan Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hasil survei dipaparkan di Jakarta pada 6 September 2026.

Direktur Eksekutif ASI Ali Rif’an mengatakan 57,6 persen responden mengaku puas terhadap kinerja Prabowo.

Rinciannya, 9 persen menyatakan sangat puas dan 48,6 persen cukup puas.

“Sebanyak 57,6 persen masyarakat mengaku puas dengan kinerja Presiden Prabowo,” kata Ali, Senin (7/9/2026).

Adapun responden yang tidak puas terhadap kinerja Prabowo mencapai 40,6 persen.

Sebanyak 34 persen menyatakan kurang puas dan 6,6 persen sangat tidak puas.

Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap Gibran tercatat 40,1 persen.

Rinciannya, 4,1 persen responden sangat puas dan 36 persen cukup puas.

Sebaliknya, 54,4 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Gibran.

Sebanyak 39,7 persen merasa kurang puas dan 14,7 persen sangat tidak puas.

Ali mengatakan perbedaan tingkat kepuasan antara presiden dan wakil presiden tersebut cukup mencolok.

“Sejauh yang saya cermati, ini termasuk interval tertinggi antara kepuasan Presiden dan Wapres RI,” ujar Ali.

Perbedaan tingkat kepuasan tersebut menjadi salah satu gambaran awal mengenai tantangan politik yang mungkin dihadapi Gibran apabila benar-benar masuk dalam bursa calon presiden pada 2029.

Namun, masih terdapat waktu yang cukup panjang bagi setiap figur untuk membangun rekam jejak, memperkuat dukungan politik, dan meningkatkan penerimaan publik sebelum kontestasi tersebut berlangsung.

Artikel terkait lainnya