Pengamat Ingatkan Gibran Soal Risiko ‘Dilengserkan’ Gelombang Massa: Dinasti Politik Jokowi Bisa Hancur Total!

DEMOCRAZY.ID – Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Dr. Selamat Ginting, membeberkan konsekuensi politik membahayakan yang berpotensi menimpa keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) apabila Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Ginting menilai, jika Gibran terus bertahan di tengah tudingan keabsahan kualifikasi pendidikan, tidak hanya karier politik pribadi sang Wakil Presiden yang terancam karam, namun reputasi dinasti politik Jokowi juga berisiko runtuh secara permanen.

“Nah, tapi kalau kemudian tetap bertahan, maka kejatuhan politik secara paksa, Bung, yang bisa merusak reputasi dinasti Jokowi secara permanen,” ujar Selamat Ginting dalam wawancara di kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (15/10/2026).

Ginting turut memperingatkan risiko sosial di mana Gibran dapat mengalami fenomena kejatuhan politik melalui tekanan gerakan massa aksi (people power).

“Dan publik juga bisa ‘menepalkan’,” tandasnya.

Aktivis 98 Peringatkan Rezim: Skandal Ijazah Gibran Bakal Pemicu Gelombang Demo Besar Se-Indonesia!

Relawan Prabowo Ijazah Gibran 'Catatan Hitam' Demokrasi, Presiden Harus Segera Tentukan Sikap!

Aktivis 98 Jayadi Santoso memprediksi polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi memicu gelombang demonstrasi besar di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menilai persoalan tersebut dapat berkembang menjadi tekanan politik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto apabila tidak dijawab secara terbuka dan meyakinkan.

Jayadi mendesak Gibran mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden.

Menurutnya, polemik mengenai persyaratan pendidikan Gibran bukan hanya menyangkut persoalan pribadi, melainkan juga menyentuh kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan negara dan integritas kepemimpinan nasional.

Ia juga menilai kontroversi yang terus berkembang tersebut berpotensi memunculkan citra buruk bagi Presiden Prabowo, terutama karena Gibran merupakan wakil presiden yang mendampinginya dalam pemerintahan.

“Kasus ini bisa menjadi persoalan serius bagi pemerintahan Prabowo. Ketika polemik mengenai wakil presiden terus menjadi perhatian publik, dampaknya tidak hanya dirasakan Gibran, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap presiden dan pemerintahannya,” kata Jayadi kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).

Artikel terkait lainnya