DEMOCRAZY.ID – Nama Mahfud MD masih masuk dalam bursa kandidat calon presiden 2029.
Namun, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menegaskan tidak memiliki keinginan untuk kembali maju dalam kontestasi Pilpres, baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.
Mahfud mengaku realistis melihat peluang politiknya.
Ia menyebut tidak memiliki dua modal utama yang dinilai penting untuk mengikuti kontestasi elektoral, yakni partai politik dan kekuatan finansial.
“Saya itu tidak pernah maju sebagai cawapres, saya diminta. Saya tidak pernah pasang iklan, saya tidak pernah juga pakai baliho-baliho di daerah. Saya juga tidak pernah minta disurvei, orang survei itu tidak murah,” kata Mahfud dalam tayangan YouTube miliknya, dikutip Kamis (13/8/2026).
Mahfud kemudian menceritakan kembali proses dirinya menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Ia menegaskan pencalonan tersebut bukan sesuatu yang sejak awal ia perjuangkan melalui kampanye politik.
Mahfud mengatakan dirinya justru mendapat panggilan dari Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menjelang masa pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden.
“Waktu zaman 2024 gak tahu, pendaftaran dibuka tanggal 18, tanggal 16 sore saya dipanggil Bu Mega diminta (jadi cawapres mendampingi Ganjar),” ujar Mahfud.
Menurut dia, keputusan tersebut menjadi sebuah kehormatan.
Terlebih, Megawati saat itu disebut meminta Mahfud tidak perlu mempersiapkan dana untuk pencalonannya.
“Dan bagi saya itu satu kehormatan karena pada waktu itu Bu Mega mengatakan, ‘Pak Mahfud tidak usah menyediakan duit’,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut turut membentuk pandangan Mahfud mengenai pencalonan dalam Pilpres.
Ia mengatakan dirinya tidak pernah menjadikan jabatan politik sebagai sesuatu yang harus dikejar.
“Kenapa saya tidak pernah ingin mencalon-calonkan diri sebagai capres atau cawapres? Karena saya tidak punya uang, tidak punya partai juga,” kata Mahfud.
“Saya tahu diri, tidak punya duit dan tidak punya partai,” lanjutnya.
Mahfud juga mengingat dinamika politik menjelang Pilpres 2019.
Namanya kala itu sempat mencuat sebagai kandidat pendamping Joko Widodo.
Namun, menjelang pendaftaran, keputusan politik berubah.
Jokowi akhirnya memilih KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan politik Mahfud yang beberapa kali masuk dalam bursa kandidat, meski tidak selalu berujung pada pencalonan.
Untuk Pilpres 2029, Mahfud kembali menegaskan tidak memiliki rencana mencalonkan diri.
Menurutnya, kontribusi kepada negara tidak selalu harus dilakukan melalui perebutan jabatan politik.
Ia memilih tetap berkontribusi melalui pemikiran, kritik terhadap kebijakan pemerintah, serta edukasi kepada masyarakat.
“Saya akan tetap berkontribusi kepada negara ini, ya minimal bicara seperti ini agar rakyat sadar bahwa kita punya negara yang sangat besar yang harus kita jaga bersama,” ujar Mahfud.
Pernyataan itu disampaikan meski nama Mahfud masih muncul dalam sejumlah survei mengenai kandidat potensial Pilpres 2029.
Dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5-19 Juli 2026, Mahfud memperoleh elektabilitas 4 persen dalam simulasi semi-terbuka calon presiden.
Mahfud berada di bawah sejumlah tokoh nasional. Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan elektabilitas 35 persen.
Posisi berikutnya ditempati Prabowo Subianto dengan 14,5 persen, Anies Baswedan 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen, dan Ganjar Pranowo 4,2 persen.
Setelah Mahfud dengan 4 persen, terdapat Puan Maharani 1,3 persen, Sherly Tjoanda 1,2 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,1 persen, dan Surya Paloh 1 persen.
Meski masih memiliki elektabilitas dalam bursa Pilpres 2029, Mahfud tampaknya tidak menjadikan angka survei tersebut sebagai alasan untuk kembali masuk dalam arena perebutan kursi kepemimpinan nasional.
Ia justru menegaskan pilihan untuk tetap berada di ruang publik sebagai akademisi dan tokoh yang menyampaikan pandangan mengenai demokrasi, hukum, serta kehidupan bernegara.