HEBOH! Jasad Tokoh di Karangjati Masih ‘Utuh’ Meski Terkubur Ratusan Tahun, Ini Cerita Tim Pemindah Makam Semarang

DEMOCRAZY.ID – Tim pemindahan makam asal Kota Semarang, Jawa Tengah mengungkap sejumlah temuan tak biasa selama hampir dua dekade menjalankan pekerjaan membongkar dan memindahkan makam di berbagai daerah.

Saat ini tim pemindahan makam yang berada di bawah Yayasan Al-Iswad Nusantara itu beranggotakan sekitar 67 orang, terdiri dari 50 petugas penggali makam dan 17 staf pendukung lapangan.

Salah satu temuan yang paling membekas adalah kondisi jasad yang masih utuh meski diperkirakan telah terkubur selama ratusan tahun.

Petugas pemindahan makam, Dwi Joko Yudho, mengatakan temuan tersebut pernah dijumpai saat timnya mengerjakan proyek pemindahan makam di wilayah Karangjati.

“Ada beberapa yang cukup unik. Di Karangjati kami pernah menemukan jasad tokoh yang sudah ratusan tahun tetapi jasadnya masih utuh,” kata Joko kepada Kompas.com, Jumat (12/6/2026).

Tidak terjadi di semua lokasi

Tak hanya itu, saat menangani proyek pemindahan makam di Tuban, Jawa Timur, timnya juga menemukan banyak tulang belulang yang masih dalam kondisi utuh.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling diingat selama menjalani profesi pemindahan makam sejak 2007.

Meski kerap berhadapan dengan makam-makam tua, Joko mengaku temuan semacam itu tidak terjadi di semua lokasi.

“Kalau di Tuban waktu itu banyak tulangnya masih utuh. Tapi memang tidak semua makam seperti itu,” ujarnya.

Joko menjelaskan, pekerjaan pemindahan makam selama ini dilakukan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan yang berdampak pada area pemakaman.

Mulai dari pembangunan jalan tol, kawasan industri, rumah sakit hingga proyek kilang minyak.

Selama hampir 19 tahun terakhir, timnya telah menangani pemindahan ribuan makam di berbagai daerah seperti Semarang, Klaten, Tuban hingga Yogyakarta.

Salah satu proyek terbesar yang pernah mereka kerjakan berada di Klaten, Jawa Tengah.

Saat itu tim harus memindahkan sekitar 7.500 makam yang terdampak pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta.

Sementara di Kota Semarang, mereka pernah memindahkan sekitar 1.000 makam hanya dalam waktu 10 hari.

“Kalau jumlahnya besar, sehari kami bisa memindahkan sekitar 100 jenazah,” katanya.

Tarif Rp 2,3 juta hingga Rp 2,5 juta per makam

Joko menjelaskan, biaya pemindahan makam dihitung berdasarkan jumlah makam yang dipindahkan.

Untuk proyek-proyek pemerintah seperti pembangunan jalan tol, tarif pemindahan biasanya mengacu pada rencana anggaran biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

“Kalau proyek jalan tol biasanya ada pagunya sekitar Rp 2,7 juta per makam. Kami biasanya di bawah angka itu, sekitar Rp 2,3 juta sampai Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Meski sering menerima permintaan dari masyarakat, tidak semua pekerjaan bisa mereka terima.

Menurut Joko, timnya hanya bersedia melakukan pemindahan makam yang berkaitan dengan kepentingan publik seperti pembangunan jalan tol, rumah sakit, atau proyek lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kalau hanya untuk mendekatkan makam anggota keluarga, kami tidak mengerjakannya. Kami hanya menerima pekerjaan yang manfaatnya untuk masyarakat banyak,” katanya.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya