DEMOCRAZY.ID – Terdakwa kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, menyesalkan ketidakhadiran Jokowi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.
Sidang perkara Dokter Tifa digelar pada Kamis (17/9/2026).
Pada waktu yang sama, Jokowi berada di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menemui warga terdampak gempa dan meninjau sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan.
Jokowi tiba di Palue pada Rabu (16/9/2026) dan bermalam di posko pengungsian warga.
Dokter Tifa menilai Jokowi seharusnya hadir di ruang persidangan, terlebih perkara tersebut berkaitan dengan laporan yang menjadi dasar proses hukum terhadap dirinya.
Tifa menyayangkan Jokowi memilih melakukan kunjungan ke NTT ketika persidangan perkara tersebut kembali digelar.
Menurut dia, Jokowi seharusnya tidak melakukan perjalanan ke daerah lain dan memenuhi kehadiran di PN Jakarta Timur.
“Seharusnya Pak Jokowi ini tidak usah pergi ke mana-mana, apalagi sampai ke NTT segala,” ujar Tifa, Jumat (18/9/2026).
Ia kemudian menyinggung status Jokowi yang kini tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.
“Toh juga mengaku kalau sudah pensiun dan nggak bisa berbuat apa-apa,” lanjutnya.
Tifa juga mengungkit pernyataan Jokowi sebelumnya yang disebutnya menyatakan kesediaan untuk hadir dalam proses persidangan.
Menurut Tifa, kehadiran Jokowi di PN Jakarta Timur penting untuk mengikuti perkara yang berawal dari laporan terhadap dirinya.
“Yang terbaik justru hadir di PN Jakarta Timur, menghadiri sidang atas laporan polisinya seperti selalu dia katakan sendiri, saya akan hadir. Saya sudah tidak sabar untuk hadir,” tukasnya.
Tifa kemudian mempertanyakan ketidakhadiran Jokowi dalam persidangan yang menurutnya telah berlangsung beberapa kali.
Ia mempertanyakan mengapa Jokowi disebut berkali-kali tidak hadir, sementara perkara tersebut tetap berjalan di pengadilan.
“Lah ini sidang yang kesekian kali sudah diselenggarakan demi dia, lah kok malah berkali-kali mangkir?” cetusnya.
Pada Kamis (17/9/2026), PN Jakarta Timur memang menggelar sidang perkara yang berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi.
Dokter Tifa menjalani sidang dengan agenda pembacaan nota perlawanan, sementara Roy Suryo menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan.
Seharusnya pak Jokowi ini tidak usah pergi ke mana-mana apalagi sampai ke NTT segala.
Toh juga mengaku kalau sudah pensiun dan ngga bisa berbuat apa-apa.
Yang terbaik justru hadir di PN Jakarta Timur, menghadiri Sidang atas laporan polisinya seperti selalu dia katakan… pic.twitter.com/gfs6icsub2
— Dokter Tifa (@DokterTifa) September 18, 2026
Di tengah berlangsungnya persidangan, Jokowi melakukan kunjungan kemanusiaan ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Sikka, Jokowi tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.
Dia @jokowi lebih memilih keluyuran sampai malam di NTT daripada mengikuti sidang atas kasus yg dilaporkannya. https://t.co/WRFYT4MPdV pic.twitter.com/0bRdQgm6w3
— Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) September 17, 2026
Ia kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Ropa, Kabupaten Ende, sebelum menyeberang menggunakan kapal motor menuju Pulau Palue.
Setibanya di Palue, Jokowi mengunjungi lokasi pengungsian dan berdialog dengan warga yang masih terdampak gempa Flores.
Ia juga bermalam di posko pengungsian di Desa Rokirole.
Pada Kamis (17/9/2026), Jokowi melanjutkan kunjungan dengan meninjau sejumlah fasilitas yang rusak akibat gempa, termasuk Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Lei di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue.
TOLOL dari LAHIR
LICIK sejak JADI PRESIDEN
Ke NTT CUMA MAU ABSEN DI PERSIDANGAN Si 🐶 KURAP @jokowi #JokowiSumberKejahatan#JokowiSumberKejahatan pic.twitter.com/g40kUtWaIt
— مسلم Muslim_AntiPKI9 (@Muslim_AntiPKI9) September 18, 2026
Kehadiran Jokowi di lokasi pengungsian disambut warga yang masih bertahan di posko setelah gempa.
Dalam kunjungan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi pascabencana, termasuk kondisi rumah yang rusak dan kebutuhan tempat tinggal yang layak.
Pemerintah Kabupaten Sikka menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Palue untuk menyampaikan secara langsung kondisi dan kebutuhan mereka setelah gempa.
Kemana nih Pak Jokowi?! Giliran sidang baru dah ke NTT.. Kok orang musibah dijadikan alasan kabur dari persidangan 🤣🤣🤣 pic.twitter.com/vf7ZAu08DD
— Gerpolek (@GerpolekID) September 17, 2026
Selain menemui warga di pengungsian, Jokowi juga meninjau sejumlah fasilitas yang terdampak gempa.
Salah satunya Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Lei yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Dalam kunjungan tersebut, Jokowi melihat langsung kondisi bangunan dan fasilitas yang terdampak.
Pulau Palue merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sikka yang terdampak cukup berat akibat gempa Flores pada 15 Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Sikka sebelumnya menyebut masyarakat di wilayah tersebut masih menghadapi dampak bencana dan proses pemulihan.