DEMOCRAZY.ID – Dokter Tifa kembali melontarkan pernyataan bernada kritik terhadap dinamika politik di sekitar Presiden Prabowo Subianto.
Kali ini, Dokter Tifa menyoroti momen Prabowo berfoto bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di HUT TNI ke-81 Senin (5/10/2026).
Dalam unggahannya, Dokter Tifa mengaitkan keberadaan SBY dalam sesi foto tersebut dengan sosok putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ia bahkan menyebut AHY sebagai sosok yang menurutnya diinginkan Prabowo untuk mendampinginya.
“Dokter Tifa anaknya SBY dan bukan anaknya JKW. Yang diinginkan Presiden @prabowo untuk mendampinginya,” tulis Dokter Tifa dikutip Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, jika belum dapat didampingi AHY, keberadaan SBY setidaknya dapat mewakili dalam sesi foto bersama Presiden Prabowo.
“Setidaknya diwakili dulu sama Bapaknya pada sesi foto,” lanjutnya.
Dokter Tifa kemudian menyoroti latar belakang pendidikan AHY.
Ia menyebut sejumlah gelar yang diperoleh AHY dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
“Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc.MPA, MA. Semua gelar diperoleh dari Universitas-Universitas ternama dunia: Nanyang Technology University, Harvard University, Webster University, Airlangga University,” jelasnya.
Dokter Tifa kemudian membandingkan latar belakang pendidikan tersebut dengan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sindiran terkait institusi pendidikan yang disebutnya sebagai “MDIS” serta mengaitkannya dengan polemik persyaratan pendidikan Gibran yang selama ini menjadi sorotan publik.
“Bangga banget lah kita punya Wapres sekelas anaknya SBY. Bukan Universitas ranking 9000 dunia macam MDIS. Yang masuknya bisa tanpa ijazah SMA cukup pakai Suket,” lanjut Dokter Tifa.
Dokter Tifa juga menggunakan istilah “anak haram konstitusi” ketika menyinggung Gibran.
“Malu tampaknya pak Presiden berdampingan foto sama anak haram konstitusi. Apalagi jika ingat Fufufafa,” tulisnya.
Di bagian akhir unggahannya, Dokter Tifa mengajak publik membaca berbagai simbol dalam komunikasi politik Presiden Prabowo.
“Sejak sekarang kita harus pandai membaca simbol, bahasa tubuh, warna baju, lirikan, gerak langkah, dll agar paham langkah politik Presiden @prabowo,” tulisnya.
Pernyataan Dokter Tifa itu muncul di tengah sorotan publik terhadap hubungan politik Prabowo dengan sejumlah tokoh, termasuk SBY dan Gibran.