Bongkar Profil Arnold Aristoteles: Purnawirawan TNI Berpangkat Tinggi yang Disebut ‘Bego’ oleh Menteri PU Dody Hanggodo!

DEMOCRAZY.ID – Nama Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiwauw jadi buah bibir.

Arnold sebelumnya disebut bego oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Peristiwa itu terjadi saat Dody melakukan inspeksi mendadak di area persawahan Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).

Arnold sendiri merupakan purnawirawan TNI AD berpangkat terakhir Mayor Jenderal.

Arnold dilantik sebagai Dirjen SDA pada Jumat, 1 Mei 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo melantik Arnold bersama enam pejabat tinggi madya lainnya di Gedung Utama Kementerian PU, Jakarta saat itu.

Sebelum jadi Dirjen SDA, Arnold menghabiskan lebih dari tiga dekade dalam karier militer sejak lulus Akademi Militer pada 1991.

Arnold lahir di Ambon, Maluku, pada 10 Maret 1969.

Dia merupakan lulusan Akmil 1991 dari kecabangan Zeni dan pernah bertugas di lingkungan Kopassus.

Pendidikan militernya cukup panjang.

Arnold mengikuti Sussarcab Zeni pada 1991, Dik Komando pada 1993, Dik Para Dasar pada 1994, Selapa Zeni pada 1998, hingga Seskoad pada 2005.

Dia kemudian mengikuti sejumlah pendidikan lanjutan.

Di antaranya Sus Danyon pada 2007, Sus Dandim pada 2008, Sus Kat Jemen Hanneg pada 2014, Sesko TNI pada 2015, dan Sus Danrem pada 2018.

Karier Arnold dimulai dari sejumlah jabatan di lingkungan Kopassus.

Dia pernah menjadi Dan Unit 3/2 Yon Grup 1 Kopassus, Pasi 4/Log Yon-12 Grup 1 Kopassus, Kasi 4/Log Grup 1 Kopassus, hingga Kazi Grup 1 Kopassus.

Pada 2007, Arnold dipercaya menjadi Danyonzipur 3/Yudha Wyoghra.

Dua tahun kemudian, dia mendapat penugasan sebagai Dansatgas Zeni TNI Konga XX-G/Monuc.

Pada 2010, dia kemudian menjabat Dandim 0609/Kabupaten Bandung.

Kariernya berlanjut ke sejumlah jabatan di wilayah timur Indonesia.

Arnold pernah menjadi Kainfolahtadam XVII/Cenderawasih, Aslog Kasdam XVII/Cenderawasih, serta Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura Bidang Manajemen Sishanneg.

Arnold kemudian dipercaya memimpin sejumlah satuan teritorial.

Dia menjadi Kasrem 121/Alambhana Wanawai, Danrem 133/Nani Wartabone pada 2018-2020, dan Danrem 151/Binaiya pada 2020-2022.

Setelah itu, dia menjabat Ir Divif 3/Kostrad dan Inspektur Akmil.

Puncak karier militernya datang ketika Arnold dipercaya menjadi Gubernur Akmil pada 6 Desember 2024.

Setelah meninggalkan jabatan itu pada 31 Juli 2025, dia menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhannas sebelum akhirnya dilantik sebagai Dirjen SDA Kementerian PU pada 1 Mei 2026.

Kronologis Disebut Bego

Peristiwa itu terjadi saat Dody melakukan inspeksi mendadak (sidak) di area persawahan Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).

Saat itu, Dody melihat hamparan sawah seluas 1.000 hektare mengalami kekeringan.

Imbas tak mendapat pasokan air selama tujuh bulan.

Pertanyaan itu disampaikan Dody karena informasi dari pejabat yang bertanggung jawab diterimanya tak sesuai dengan fakta lapangan.

Dia menemukan saluran irigasi tersier di Desa Karangharja tak berfungsi.

Padahal, sungai dengan debit air besar terpaut hanya dua kilometer dari area persawahan.

Dia pun langsung menelepon Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiwauw.

“Besok kita cek, bapak,” kata Arnold, dari balik telepon.

Dody pun tak terima, meminta agar anak buahnya segera turun ke lapangan.

“Besok, sekarang. Besok, gimana sih lu. Petani enggak dapat air tujuh bulan. Besok. Bego lu,” ujarnya.

Arnold pun hanya mampu menjawab siap.

“Sekarang. Jalan kamu sekarang!” ucap Dody menambahkan.

Dody menyebut Arnold hanya tidur saat dirinya turun ke lapangan.

“PPK mu di mana yang paling dekat? Ada di mana? Suruh sekarang PPK mu. Gimana, menteri datang malah tidur. Bego bener sih kamu,” imbuhnya.

Arnold pun menjawab bahwa dirinya tidak tidur.

Melainkan berada di lapangan.

“Lagi di lapangan bapak,” ucap Arnold.

Namun Dody tak percaya.

“Lapangan mana, lapangan yang enggak ada sawahnya. Yang sawahnya kering kayak ini nih,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya