Bandara IKN Sepi Peminat, Kini Diwacanakan Jadi Embarkasi Haji, Tere Liye: Hanya Akal-Akalan Biar Dapat Proyek Lagi!

DEMOCRAZY.ID – Penulis kenamaan Indonesia yang juga diketahu seorang akuntan, Tere Liye, memberikan kritik menohok terhadap operasional Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menyoroti nihilnya penerbangan komersial di bandara tersebut sejak selesai dibangun pada Juni 2025 lalu.

“Kalian tahu IKN kan? Nah, di sana ada bandara keren loh. Tahukah kalian, sejak selesai Juni 2025 setahun lalu, berapakah penerbangan komersial dari dan ke bandara IKN? Nol, alias kosong,” ujar Tere Liye dalam unggahan di akun media sosialnya, Rabu (19/8/2026).

Tere Liye membeberkan hitung-hitungan finansial terkait proyek tersebut.

Menurut kalkulasinya, pembangunan bandara menelan anggaran hingga Rp4,9 triliun—dua kali lipat dari biaya pembangunan Bandara Kertajati.

Anggaran tersebut belum memperhitungkan beban pemeliharaan rutin seperti listrik dan pendingin udara yang diperkirakan jauh melampaui klaim awal sebesar Rp9 miliar per tahun.

Ia juga menyentil wacana pemerintah yang berencana mengalihkan fungsi bandara tersebut menjadi embarkasi haji untuk mengisi kekosongan operasional.

“Elu mindahin embarkasi Balikpapan ke IKN itu butuh bangun asrama haji dan fasilitas lainnya. Itu bukan kayak mindahin lemari di rumah. Apalagi kalau dari Banjarmasin, jemaah mau pakai pintu Doraemon?” tambahnya.

Sebagai solusi realistis, ia menyarankan agar fasilitas bandara dialihfungsikan untuk kegiatan perawatan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) atau pusat pelatihan penerbangan, ketimbang membiarkannya mangkrak.

“Maka, dengan segala argumen: runaway panjang, bisa direct langsung Arab, dll menjadi hambar saja deh jika dihitung secara keseluruhan. Atau, atau, kalian memang fokus proyek saja sih. Bangun asrama, dkk. Yes! Paham deh. Kalian kadung malu, jadi mulai deh nyari-nyari jurus sakti,” sindir Tere Liye.

Dia pun secara sarkas memberi saran untuk menutup bandara Balikpapan, Banjarmasin, dan sekitarnya, suruh semua ke IKN.

“Sudahlah, nikmati saja bandara nganggur ini. Paling mentok, bandara ini bisa dimanfaatkan oleh Lion Air, dkk buat MRO, pendidikan, dll. Masuk akal. Tapi di luar itu, ciyus, siapa yang mau mendarat di sana? Hantu? Jin? Kuntilanak?” kritik alumni Fakultas Ekonomi UI ini.

👇👇

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tere Liye (@tereliyewriter)

OIKN Dorong Bandara Nusantara Jadi Embarkasi Haji

Untuk diketahui, Bandara Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, berpotensi memiliki fungsi lebih luas.

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tengah mendorong bandara tersebut menjadi embarkasi haji dan umrah.

Rencana itu telah dibahas OIKN bersama Kementerian Haji dan Umrah.

Jika terwujud, bandara ini akan melayani calon jemaah dari Kalimantan dan sebagian wilayah Sulawesi.

Hal itu disampaikan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, di kantor OIKN, Kalimantan Timur, Jumat (14/8/2026).

Basuki mengatakan, Bandara Nusantara memiliki peluang besar dikembangkan sebagai embarkasi karena basis calon jemaah dinilai memadai.

Wilayah yang berpotensi menjadi basis keberangkatan antara lain Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, hingga sejumlah daerah di Sulawesi yang letaknya berdekatan dengan IKN.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Haji, kalau bisa dipakai untuk embarkasi umrah dan haji,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, salah satu syarat utama pembentukan embarkasi haji adalah jumlah calon jemaah.

Kebutuhan minimalnya berada di kisaran 400 jemaah.

“Karena hanya butuh 400 jemaah kalau mau jadi embarkasi haji. Jadi kalau Kaltara, Kaltim, Kalsel pasti sudah lebih, belum nanti Sulawesi yang dekat-dekat sini,” jelasnya.

Artikel terkait lainnya