Demokrat-PDIP Heran Respons Jokowi Soal Kasus Penyadapan, Eks Wamenlu Beri Sindiran Super Menohok!

DEMOCRAZY.ID – Respons Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terhadap kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya menuai sorotan publik.

Salah satunya datang dari Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli.

Dia menyebut hanya Jokowi yang santai merespons, meskipun semua orang mengecam dan mengutuk tindakan tersebut.

“Semua orang mengecam dan mengutuk penyadapan terhadap Presiden Prabowo, tokoh politik, media, LSM, ormas, dll. Hanya orang ini yang santai responsnya. Kira-kira kenapa ya? 😂😁😅,” kata Guntur Romli, dikutip Sabtu (7/11/2026).

Hal senada juga disampaikan oleh kader Partai Demokrat, Syahrial Nasution.

Dia mengaku heran dengan pernyataan Jokowi saat ditanya wartawan.

Padahal, perbuatan tersebut disebut Istana mengarah pada makar.

“Kira-kira kenapa ya Pak Jokowi biasa saja menanggapi peristiwa penyadapan Presiden @prabowo yang dilakukan mantan Kapolri Jenderal LSP? Beliau kan mantan presiden. Padahal, Mensesneg Prasetyo Hadi sudah menyatakan perbuatan tsb mengarah ke perbuatan makar!,” ungkap Syahrial.

Eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, juga menyebut komentar Jokowi berbeda dari pernyataan Istana maupun sejumlah partai politik.

Menurutnya, pernyataan tersebut sedikit pun tidak mencerminkan rasa prihatin, kecewa, atau marah.

Karena itu, jika memang tidak ada udang di balik batu, dia mengusulkan agar Jokowi sejak awal dapat membuat pernyataan sebagai berikut:

“Saya, Joko Widodo, sangat shock mendengar berita bahwa LSP dan sejumlah oknum Polri melakukan penyadapan terhadap Presiden, sejumlah Ketua Parpol, dan tokoh-tokoh lainnya.

Saya telah belasan tahun mengenal dekat LSP dan sayalah yang membesarkannya sampai menjadi Kapolri.

Karena itu, saya sedih sekali dan mengecam LSP atas perbuatannya yang tercela terhadap Presiden Prabowo dan tokoh-tokoh lain.

Penyadapan ini bukan saja aksi pengkhianatan yg luar biasa namun – melihat target-targetnya – merupakan bagian dari KONSPIRASI besar dan jahat terhadap negara.

Saya mendorong Polri agar tidak ragu sedikitpun untuk mengusut kasus ini sampai tuntas – apa motivasinya, bagaimana cara kerjanya, siapa saja yang sudah menjadi korban, dan siapa di belakangnya – termasuk kemungkinan blackmail untuk tujuan tertentu, dan bahkan apakah ada kaitan dgn ‘mafia-mafia’ tertentu.

Semoga semua anggota komplotan penyadap, terutama otaknya, dapat ditangkap, diadili dan dihukum yang seberat-beratnya dan tanpa pandang bulu.

Di negara kita, tidak ada siapapun yang kebal hukum, termasuk saya. Joko Widodo”.

“Monggo Pak Jokowi, silakan digunakan draf pernyataan ini JIKA Bapak yakin berada di pihak yg benar, dan untuk membantu meyakinkan publik bhw Bapak tidak ada hubungan sama sekali dgn kasus penyadapan Presiden ini,” ungkap Dino.

Sebelumnya, Jokowi merespons kasus penyadapan tersebut saat ditanya wartawan ketika hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Semuanya kita menghormati proses hukum yang ada. Nanti kita tunggu,” tutur Jokowi singkat.

Artikel terkait lainnya