DEMOCRAZY.ID – Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menyinggung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang disebutnya membawa contekan di ruang sidang.
“Jokowi Bawa Contekan di Ruang Sidang? Jaksa Ngajak Selfie? Pantas lancar,” kata Guntur Romli, Sabtu (7/11/2026).
Dia menyebut Jokowi tampak membawa dan membaca “contekan” di ruang sidang.
Guntur Romli pun menyentil apakah Jokowi sedang memberikan kesaksian atau membacakan naskah drama.
“Para pendukungnya buru-buru membela: itu cuma BAP. Pembelaan ini justru menelanjangi diri sendiri. Siapa pun yang pernah melihat BAP tahu bentuknya: pertanyaan ditulis huruf kapital & ruang kosong ditutup garis putus-putus: agar tak bisa disisipi,” jelasnya.
Lagi pula, kata dia, kalaupun benar BAP, untuk apa saksi membacanya saat bersaksi?
“KUHAP menganut prinsip bahwa keterangan saksi harus diberikan di depan persidangan, dari ingatan dan pengalamannya sendiri, bukan dibaca dari kertas,” tuturnya.
Saat diminta ijazahnya diuji ulang, Jokowi menolak dengan alasan dokumen tersebut merupakan dokumen pribadinya dan bersandar pada hasil Labfor Polri.
Dia juga menyinggung saat ditanya siapa Kapolri saat itu, Jokowi memberikan jawaban berbelit-belit.
Setelah didesak, barulah dia menjawab, “Pak Listyo Sigit”.
Lalu, saat ditanya apakah ketika menjabat Presiden, Jokowi yang melantik Listyo sebagai Kapolri, lagi-lagi pertanyaan sederhana itu tidak dijawab oleh Jokowi.
“Kok kayak berat banget mengucap Listyo Sigit lagi. Jokowi mau cuci tangan? Karena Listyo Sigit kini berstatus tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo,” ujarnya.
Dugaan kedekatan itu makin sulit dibantah ketika salah satu video memperlihatkan sejumlah jaksa berswafoto dengan riang bersama Jokowi usai sidang.
“Jaksa mewakili negara, bukan menjadi penggemar pelapor atau yang dikenal Termul. Kuasa hukum terdakwa patut melaporkannya ke Komisi Kejaksaan & Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk menguji perilaku JPU, termasuk soal swafoto itu,” tandasnya.
Jokowi Bawa Contekan di Ruang Sidang? Jaksa Ngajak Selfie? Pantas Lancar
Jokowi tampak membawa & membaca “contekan” di ruang sidang: dia memberikan kesaksian atau sedang membacakan naskah drama?Para pendukungnya buru-buru membela: itu cuma BAP. Pembelaan ini justru menelanjangi diri sendiri. Siapa pun yg pernah melihat BAP tahu bentuknya: pertanyaan ditulis huruf kapital & ruang kosong ditutup garis putus-putus: agar tak bisa disisipi.
Lagi pula, kalaupun benar BAP, untuk apa saksi membacanya saat bersaksi?
KUHAP menganut prinsip bahwa keterangan saksi harus diberikan di depan persidangan, dari ingatan dan pengalamannya sendiri, bukan dibaca dari kertas.
Saat diminta ijazahnya diuji ulang, Jokowi menolak dgn alasan itu dokumen pribadinya, dan bersandar pada hasil Labfor Polri. Ditanya siapa Kapolri saat itu, jawabannya muter-muter, setelah didesak baru menjawab “Pak Listyo Sigit”.
Lalu ditanya apakah saat menjabat Presiden, Jokowi yg melantik Listyo sebagai Kapolri? Lagi-lagi Pertanyaan sederhana yg jawabnya ditolak oleh Jokowi. Kok kyak berat banget mengucap Listyo Sigit lagi. Jokowi mau cuci tangan? Karena Listyo Sigit kini berstatus tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Dugaan kedekatan itu makin sulit dibantah ketika video Wartakota memperlihatkan sejumlah jaksa berswafoto riang bersama Jokowi usai sidang.
Baca JugaJaksa mewakili negara, bukan menjadi penggemar pelapor atau yg dikenal Termul.
Kuasa hukum terdakwa patut melaporkannya ke Komisi Kejaksaan & Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk menguji perilaku JPU, termasuk soal swafoto itu…
— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) November 7, 2026