Analis Militer Selamat Ginting: Prabowo Sedang Bersih-Bersih Total Orang-Orang Jokowi di TNI dan Polri!

DEMOCRAZY.ID — Langkah senyap namun mematikan tengah dijalankan Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan benteng aparat keamanan negara.

Pengamat politik dan militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, membongkar manuver taktis politik Istana yang kini gencar meminggirkan perwira-perwira “orang dekat” Presiden ke-7 RI Joko Widodo dari posisi komando strategis di tubuh TNI dan Polri.

Dalam pembahasannya di Podcast Forum Keadilan Madilog, Sabtu (17/10/2026), Selamat membeberkan bahwa pergeseran keseimbangan kekuasaan ini merupakan strategi pembersihan (cleansing) demi mengamankan kepemimpinan Prabowo dari potensi rongrongan gerbong rezim lama.

Sapu Bersih Mabes Polri: Tumbangnya Listyo Sigit & Cengkeraman Baru

Selamat Ginting menyoroti pola eksekusi di lingkungan Kepolisian RI yang dimulai langsung dari pemenggalan pimpinan tertinggi.

Pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026—menggeser posisi Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dikenal sebagai “anak emas” Jokowi—menjadi momentum dimulainya gelombang mutasi besar-besaran.

Pendampingan Suyudi oleh Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri disusul rotasi kilat para perwira tinggi dan menengah dinilai Selamat sebagai operasi pembersihan jejaring dinasti Solo di Mabes Polri.

“Presiden melakukan langkah taktis politik, dalam tanda petik, peminggiran orang-orang Jokowi di posisi yang bukan posisi komando,” tegas Selamat Ginting.

Dominasi TNI AD Diurai: Bayang-Bayang Maruli dan Tragedi Eks Ajudan

Di tubuh TNI Angkatan Darat, Selamat melihat pola operasi yang tak kalah tajam.

Pergeseran perwira tinggi di tingkat bawah disiapkan sebelum menyasar pucuk pimpinan angkatan.

Selamat secara terbuka menguliti posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak—menantu Luhut Binsar Pandjaitan sekaligus loyalis utama Jokowi.

“Tidak bisa dibantah ada relasi kuasa. Rekam jejak Jenderal Maruli dengan rezim lama pemerintahan Jokowi ini secara historis kuat sekali,” ujar Selamat.

Selamat memprediksi perwira tinggi seperti Panglima Kostrad Letjen TNI Muhammad Fajar bakal bernasib sama dengan Letjen TNI Muhammad Hasan dan Letjen TNI Suharyanto (eks Sesmilpres Jokowi)—diparkir dan dipinggirkan dari tongkat komando.

Bahkan, deretan mantan pengawal Istana era Jokowi kian terpojok setelah mantan Pangdam Diponegoro Letjen TNI Widi Prasetijono harus berurusan dengan penahanan Polisi Militer akibat terseret kasus korupsi.

Mengapa Panglima TNI Agus Subiyanto Masih Dibiarkan?

Di tengah gelombang pembersihan geng Solo tersebut, posisi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang masih dipertahankan menjadi teka-teki menarik.

Menurut analisis Selamat, Agus Subiyanto memiliki fleksibilitas politik yang membuatnya tetap membuat Prabowo merasa aman dan nyaman.

“Dengan tidak digantinya Panglima TNI, Presiden kemungkinan aman dan nyaman bersama Agus,” ungkap Selamat, seraya menjelaskan bahwa Agus tidak bisa dikategorikan sebagai orang Jokowi secara mutlak karena jabatannya kini melayani kedaulatan Presiden yang aktif.

Sinyal Bahaya Bagi Dinasti Solo: Benteng Pertahanan Berjatuhan!

Pembersihan taktis yang dilakukan Prabowo di tubuh TNI-Polri menjadi sinyal paling mengerikan bagi keberlangsungan dinasti Solo.

Ketika Gibran Rakabuming Raka kian terdesak skandal ijazah bodong di MK dan ancaman Hak Angket DPR, benteng perlindungan aparat di luar Istana kini satu per satu dilucuti dan dilumpuhkan.

Prabowo kini memegang kendali penuh atas tongkat komando aparat bersenjata.

Tanpa back-up dari perwira-perwira komando di TNI dan Polri, perlawanan trah Solo dipastikan hanya tinggal menghitung hari menuju kekalahan total!

[VIDEO]

Artikel terkait lainnya