Sentilan Pedas Pendiri SMRC: Gibran Itu Hanya Jadi ‘Beban Negara’!

DEMOCRAZY.ID – Isu ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dipersoalkan Mahkamah Konstitusi memicu gelombang sentimen negatif publik.

Dampaknya, tingkat keterpilihan putra sulung Presiden Ketujuh Joko Widodo itu dikabarkan anjlok drastis menjelang Pemilu 2029.

Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, Saiful Mujani, menilai posisi sang wakil presiden kini telah menjadi beban bagi negara.

Penilaian tersebut merujuk pada hasil temuan survei lembaganya yang menangkap derasnya arus ketidakpercayaan masyarakat.

“Karena sentimen masyarakat tergiring, itu sangat negatif. Gibran tuh jadi beban negara, kira-kira begitu,” ujar dia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Guru Besar Ilmu Politik itu memilih menyimpan angka pasti penurunan elektabilitas demi waktu rilis resmi.

“Besok dirilis, udah,” jawabnya singkat.

Menyikapi situasi pelik ini, ia mendorong para legislator di Senayan agar segera merespons temuan hukum tersebut.

Kelambanan parlemen dikhawatirkan dapat memicu kemarahan publik yang berbalik mengancam eksistensi para anggota dewan.

“Bisa-bisa mereka akan ditinggalkan juga gitu oleh masa dalam masa pemilu yang akan datang, dan itu harus dicegah,” tegas Saiful.

Sebagai solusi konkret, Gibran ditantang untuk segera membuka dokumen ijazah aslinya ke hadapan publik.

Apabila dokumen yang dipersyaratkan itu memang tidak wujud, langkah mundur dinilai sebagai opsi paling kesatria.

“Tunjukkan saja ijazahnya, kalau memang ada. Kalau tidak ada tinggal mundur saja, menurut saya,” tandas dia.

Mahkamah Konstitusi sebelumnya menerbitkan Putusan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang menyoroti ketiadaan ijazah sekolah menengah sesuai syarat pendaftaran Pilpres 2024.

Artikel terkait lainnya