Guru Besar IPDN Ryaas Rasyid Bongkar ‘Motif’ Syahganda Nainggolan Masuk Pemerintahan Prabowo!

DEMOCRAZY.ID – Pakar ilmu pemerintahan Muhammad Ryaas Rasyid menilai masuknya Syahganda Nainggolan ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan politik tertentu.

Ryaas melihat penunjukan Syahganda sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dapat menjadi cara untuk menetralisasi berbagai kecurigaan yang berkembang di tengah publik.

Menurut Ryaas, hubungan Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih berjalan baik.

Karena itu, kehadiran Syahganda yang selama ini dikenal vokal mengkritik Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak serta-merta menunjukkan adanya keretakan hubungan di antara Prabowo dan Jokowi.

“Jadi begini, itu bisa dijelaskan. Dia tetap menjaga hubungan baik, tapi mengakomodasi beberapa orang untuk menetralisir kemungkinan kecurigaan itu berlebih-lebihan. Itu sudah biasa,” ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Senin (5/10).

Ryaas Nilai Jabatan Bakom Tak Terlalu Strategis

Ryaas juga menilai posisi yang diberikan kepada Syahganda bukan merupakan jabatan yang sangat strategis dalam pemerintahan.

Ia menyebut bidang komunikasi pemerintah lebih berkaitan dengan fungsi komunikasi dan penyampaian informasi kepada publik.

Selain itu, Ryaas menilai Syahganda telah cukup lama menunggu kesempatan untuk bergabung ke dalam pemerintahan.

“Apalagi cuma dikasih jabatan juru bicara atau komunikasi itu kan tidak strategis. Tetap bisa apalagi ini saya maaf aja ini Syahganda kan sudah terlalu lama menunggu juga panggilan jadi kalau enggak masuk kasihan juga,” tegasnya.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian Ryaas mengenai posisi Syahganda dan alasan di balik penunjukannya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Syahganda menggantikan Muhammad Qodari yang tidak lagi menjabat sebagai Kepala Bakom.

Qodari kemudian mendapat penugasan baru sebagai Sekretaris merangkap Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI.

Pengangkatan Syahganda menjadi Kepala Bakom menjadi perhatian karena rekam jejaknya sebelum masuk pemerintahan.

Ia dikenal sebagai aktivis pergerakan yang kerap menyuarakan kritik terhadap pemerintah.

Syahganda juga menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur Great Institute.

Dengan masuknya Syahganda ke dalam struktur pemerintahan, sosok yang sebelumnya dikenal vokal mengkritik pemerintah kini memperoleh posisi resmi di lingkungan pemerintahan Prabowo.

Sementara itu, Ryaas Rasyid menilai keputusan tersebut dapat dibaca sebagai upaya mengakomodasi sejumlah kelompok sekaligus meredam kecurigaan publik, tanpa harus dimaknai sebagai tanda memburuknya hubungan antara Prabowo dan Jokowi.

Artikel terkait lainnya